alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Pandemi Covid-19, Pendapatan Damri Hanya Separo Periode Normal

MATARAM–Pendapatan Damri dalam masa pandemi hanya separo pendapatan masa normal. Manager Operasional Damri Mataram, Tukul Erwanto mengatakan, pendapatan tersebut hanya mampu menutup biaya operasional bus saja. ”Kapasitas penumpang maksimal hanya 70 persen. Namun biaya BBM dan penyeberangan tidak turun. Kedua hal itu tentu tidak bisa kita hindari,” katanya kepada Lombok Post, Jumat (10/7/2020).

 

Menurutnya, sejumlah faktor menyebabkan masyarakat masih enggan menggunakan moda transportasi ini. Salah satunya lantaran mereka kesulitan mendapat surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas. Selain itu, rupanya masih banyak masyarakat yang belum memiliki KTP. Melainkan hanya melampirkan kartu domisili saja. Padahal kedua berkas ini merupakan persyaratan administrasi terpenting yang harus dilengkapi pada masa pandemi.

”Kebanyakan itu adalah calon penumpang asal Praya, Lombok Tengah,” katanya.

Dijelaskan, pengecekan akan dilakukan di Damri, Terminal Mandalika, serta Pelabuhan Kayangan. Petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan/Bandara (KKP) pun wajib melakukan pemindaian suhu tubuh, pengecekan gejala awal. Pengetatan pemeriksaan atau pemindaian juga diutamakan bagi lansia dan anak-anak.

 

”Protokol kesehatannya cukup ketat. Kalau ada gejala awal, ya tidak bisa nyeberang. Akan dioper ke bus kosong yang dalam perjalanan kembali,” ujarnya.

 

Kini armada yang beroperasi terdiri dari Sembilan bus perintis serta 14 bus antarkota dalam provinsi (AKDP). Belum ada penambahan jumlah trayek yang dilayani. Dengan penumpang paling banyak dilayani adalah dari dan menuju Empang, Sumbawa. ”Sedangkan trayek yang lain masih normal. Sebagian besar merupakan penumpang regular,” imbuhnya.

 

Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (OrgandaNTB Antonius Zaremba Mustaf Kamal memaklumi pendapatan Damri saat ini. Karena cukup sulit untuk mencapai jumlah normal saat kapasitas masih terbatas 70 persen. ”Tidak hanya Damri, seluruh usaha AKDP juga alami hal yang sama,” katanya.

 

Ditambahkan, pihaknya saat ini masih memantau kelaikan masing-masing kabupaten jika diterapkan penambahan jumlah penumpang. ”Step by step lah. Kalau semua AKDP masing-masing wilayah diberi kelonggaran penambahan kapasitas hingga 100 persen, kami khawatir ternyata ada yang reaktif. Hal ini bisa menimbulkan masalah baru,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks