alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

MATARAM–Harga emas terus melonjak di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat pandemi. Pada Senin, (10/8/2020), harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang ada di pegadaian ukuran 1.0 gram mencapai Rp 1.105.000. Sedangkan harga emas PT Untung Bersama Sejahtera (UBS) Rp 1.094.000.

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Transaksi untuk menaikkan nilai pinjaman dari agunan nilai emas nasabah pun ikut melonjak. ”Karena harga emas naik, nasabah cenderung menaikkan pinjamannya. Dengannya mereka bisa menutupi sewa modal yang belum terbayarkan pada kredit sebelumnya. Tambahannya bisa mereka gunakan untuk membeli kebutuhan harian,” ujarnya.

Selain itu, tren menabung emas juga alami kenaikan. Menurut wanita dua anak tersebut, masyarakat kini mulai menyadari bahwa berinvestasi, khususnya emas, bisa menjadi solusi saat krisis ekonomi. Meski jumlahnya belum banyak, namun sebagian besar dinilai sudah mulai melirik logam mulia tersebut. ”Karena harga emas cenderung naik setiap tahun. Sehingga cocok dijadikan investasi jangka panjang. Harga pun ditentukan dari nilainya serta harga pasar internasional,” jelasnya.

Tabungan emas dari pegadaian ini layaknya tabungan umum di bank. Nasabah bisa meyetorkan sejumlah uang untuk membeli emas. Nantinya, jumlah uang tersebut akan dikonversi ke dalam bentuk gram emas dan tercatat di buku tabungan emas nasabah. Kemudahan ini membuat penabung didominasi oleh kalangan muda.Ia memperkirakan, terdapat lebih dari 100 nasabah tabungan emas dari seluruh cabang pegadaian di Kota Mataram.

”Kita gencarkan melalui webinar-webinar investasi. Jika dilakukan secara offline atau seminar tatap muka, jumlahnya tentu bisa lebih banyak,” katanya.

Untuk memudahkan nasabah baru, terdapat aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diunduh.Dari sana pengguna bisa dipantau fluktuasi harga emas, jual beli emas, hingga gadai tabungan emas. Bisa juga mencetak bentuk fisik emas dengan berat minimal 1,0 gram.

”Segala jenis transaksi di pegadaian, semuanya bisa dilakukan di aplikasi. Upaya ini juga sekaligus meminimalisir kunjungan ke kantor pegadaian sebagai upaya pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Salah satu nasabah, Erni mengatakan cukup beruntung telah melakukan investasi emas sejak 2019 lalu. ”Saya gadai semua emasnya. Alhamdulillah bisa jadi uang pegangan kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Disinggung mengenai tabungan emas, ia mengatakan tertarik mengajak anaknya untuk mulai berinvestasi. ”Saya rasa menabung emas cocok dilakukan untuk berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk,” kata wanita berkerudung tersebut. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks