alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Pendapatan Daerah Stabil, NTB Tahan Laju Keterpurukan Ekonomi

Di tengah pandemi Covid-19, realisasi pendapatan daerah NTB menunjukkan tren membaik. Pada semester satu, realisasi pendapatan mampu dijaga sehingga tidak terpuruk. Pemprov mulai optimis mampu mencapai target hingga akhir tahun.

——————–

 

”REALISASI pendapatan daerah kita masih relatif baik,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB H Iswandi dalam keterangan pers, di kantor Bappenda NTB, Selasa (11/8).

Kondisi itu tercermin dari gambaran realisasi pendapatan secara umum. Dari target pendapatan setelah direvisi Rp 5,07 triliun lebih, realisasi semester I lalu mencapai Rp 2,6 triliun lebih atau 52,29 persen.

Realisasi pendapatan terus meningkat pada bulan Juli dan awal Agustus. Hingga 10 Agustus lalu, realisasi pendapatan sudah Rp 3,04 triliun lebih atau 60,09 persen.

Sumbangan terbesar pendapatan masih dari dana perimbangan, namun dari sisi persentase pendapatan asli daerah (PAD) lebih besar dengan 61,56 persen atau Rp 1,03 triliun lebih dari target Rp 1,6 triliun lebih.

Sedangkan dana perimbangan menyumbang Rp 1,9 triliun lebih dari target setelah revisi Rp 3,3 triiun lebih atau 59,38 persen. Kemudian lain-lain pendapatan yang sah Rp 25,2 miliar atau 58,19 persen dari target Rp 43,3 miliar lebih.

Dari gambaran umum itu, sejauh ini dampak pandemi Covid-19 tidak terlalu besar. Artinya, pemprov mampu menahan tekanan dampak bencana Covid-19. Meski realisasi tidak meroket, tapai bila tanpa langkah antisipasi sejak awal kemungkinan pendapatan akan merosot. ”Kalau kita tidak antisipasi mungkin akan lebih buruk,” kata Iswandi.

Upaya-upaya yang dilakukan Bappenda NTB antara lain mengeluarkan kebijakan insentif pajak. Kebijakan itu direspons positif wajib pajak sehingga mereka memenuhi kewajibannya. ”Selain itu tim kami juga aktif, mendatangi wajib pajak dari rumah ke rumah,” katanya.

Selain pelayanan dari rumah ke rumah, tim Samsat juga memperluas layanan online. Hal itu memudahkan warga membayar pajak  di tengah pembatasan sosial. ”Ini juga tidak lepas dari sosialisasi media dan media sosial,” ujar Iswandi.

Semua upaya itu membuahkan hasil, sehingga bulan Juli tren realisasi pendapatan membaik. Realisasi retribusi daerah bahkan meningkat signifikan. Dari target Rp 14,08 miliar sudah terealisasi Rp 10,5 miliar atau 75,21 persen. ”Mudah-mudahan keadaan ini bisa kita pertahankan sehingga bisa capai target di akhir tahun,” harapnya.

Di luar upaya itu, sejak awal pemerintah sudah memperkirakan pendapatan akan berkurang 10-13 persen. Sehingga langkah antisipasi sudah disiapkan. ”Tugas kami di Bappenda adalah menahan laju (penurunan pendapatan) sebagai dampak dari covid ini,” katanya.

Langkah pertama yang diambil kala itu yakni menyesuaikan target pendapatan. Dengan begitu pemerintah bisa menyusun rencana belanja yang rasional. Target pendapatan direvisi dari Rp 5,6 triliun menjadi Rp 5,07 triliun lebih. ”Turun 10,5 persen atau berkurang sekitar Rp 599 miliar,” jelasnya.

 

Pajak Daerah Paling Terdampak

 

Meski pendapatan relatif stabil, tapi dampak Covid-19 terasa dalam perkembangan realisasi pendapatan bulan per bulan. ”Dampaknya mulai terasa sejak April,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah, Bappenda NTB H Muhammad Husni.

Pendapatan dari pajak kendaraan bermotor (PKB) dan bea balik nama kendaraan bermotor (BBKB) bulan Januari sampai Maret masih stabil. Namun turun drastis bulan April lalu. Kemudian mulai naik lagi bulan Mei, Juni, hingga Juli. ”Grafiknya terus meningkat,” ujarnya.

Hunsi menyebut, dari lima sumber pajak daerah yakni PKB, BBNKB, penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB), pajak air permukaan (PAP), dan pajak rokok. Setoran pajak air permukaan dan pajak rokok yang tetap konsisten menyumbang pendapatan. Bahkan melampaui target bulan Juli.

Sedangkan sumber pendapatan paling terdampak adalah BBNKB. Dari target Rp 350,2 miliar lebih realisasi 31 Juli baru Rp 170 miliar atau 48,61 persen. ”Itu artinya pembelian kendaraan berkurang akibat pandemi,” jelasnya.

Konsumsi BBM juga berkurang selama pandemi. Hal itu tercermin dari realisasi pendapatan PBBKB baru Rp 143,7 miliar atau 56,86 persen dari target Rp 252,9 miliar. Sedangkan PKB baru terealisasi Rp 236,5 miliar atau 53,10 persen dari target Rp 445,4 miliar.

Pajak rokok teralisasi Rp 215,3 miliar lebih atau 66,17 persen dari target Rp 325 miliar lebih. Kemudian pajak air permukaan Rp 732,7 juta dari target Rp 1 miliar. Membaiknya setoran pajak air menunjukkan rehabilitasi pascagempa berjalan dengan baik. Pembagkit-pembangkit listrik yang rusak sudah mulai beroperasi. ”Dulu turun hingga 50 persen,” jelasnya.

Agar target pajak daerah tercapai di akhir tahun, pihaknya akan mengoptimalkan upaya dan strategi sampai akhir tahun. Pemberian insentif, kata Husni, cukup efektif. Tapi saat ini insentif dihapus. Bila situasi mendesak, kemungkinan insentif bisa dilakukan lagi. ”Tergantung sitausi,” jelasnya. (ili/r6/ADV)

 

Realisasi Pendapatan NTB

(Data Hingga 10 Agustus 2020)

 

PENDAPATAN ASLI DAERAH

 

PAJAK DAERAH

  • Target Rp 1,3 Triliun
  • Realisasi Rp 783,8 Miliar (57%)

RETRIBUSI

  • Target Rp 14 Miliar
  • Realisasi Rp 10,5 Miliar (75,21%)

HASIL PENGELOLAAN KEKAYAAN YANG DIPISAHKAN

  • Target Rp 54 Miliar
  • Realisasi Rp 49,5 Miliar (91,70 %)

LLPAD

  • Target Rp 235,7 Miliar
  • Realisasi Rp 189,5 Miliar (80,40%)

 

DANA PERIMBANGAN

DANA BAGI HASIL

  • Target Rp 261,3 Miliar
  • Realisasi Rp 168 Miliar (64,30%)

DANA ALOKASI UMUM

  • Target Rp 1,4 Triliun
  • Realisasi Rp 1 Triliun (67,93%)

DANA ALOKASI KHUSUS

  • Target Rp 1,6 Triliun
  • Realisasi Rp 812,6 Miliar (50,66%)

LLPD YANG SAH

  • Target Rp 43,3 Miliar
  • Realisasi Rp 25,2 Miliar (58,19 %)

 

Sumber: Bappenda NTB

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks