alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Soal Izin Pengiriman TKI, APJATI Minta Pemprov NTB Lobi Malaysia

MATARAM–Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) NTB meminta pemprov melobi Pemerintah Malaysia. Dengannya diharapkan ada penempatan kembali Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sana, pasca dihentikan sementara sejak 18 Maret lalu.

”Karena Malaysia merupakan negara penempatan TKI terbanyak. Upaya ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan kriminal di NTB akibat dampak Korona,” kata Ketua Apjati NTB Muhammadun.

Diterangkan, pemerintah pusat memang telah mencabut Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No 151/2020 tentang penghentian sementara pekerja migran Indonesia. Sehingga pemerintah resmi membuka kembali penempatan pekerja migran ke 14 negara. Diantaranya Hongkong, Australia, Korea Selatan, Kuwait, Maladewa, Nigeria, Arab Saudi Polandia, dan Qatar. Ditambah Taiwan, Turki, Zambia serta Zimbabwe. Namun jumlah penempatan TKI asal NTB yang ditempatkan di negara-negara tersebut tak sebanyak Malaysia. Tercatat, 2.500 hingga 3.000 TKI asal NTB dikirim ke sana setiap bulannya.

”Kita tahu Malaysia belum menerima calon TKI masuk ke sana. Tapi dengan lobi gubernur bersama instansi dan dinas kabupaten/kota terkait kepada pemerintah pusat dan Malaysia, pasti ada langkah yang bisa diambil sebagai penyelesaian masalah tersebut. Apalagi Malaysia juga biasanya yang langsung secara khusus meminta TKI asal NTB ke tempatnya,” ujarnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, jumlah penduduk miskin NTB Maret 2020, 713.089 orang. Jumlah pengangguran 84.000 orang.

”Sampai Maret 2020 lalu, data BP3TKI menyebut sebanyak 6.300 TKI gagal berangkat. Dengan negara tujuan didominasi ke Malaysia. Ini tentu membuat peningkatan jumlah pengangguran di NTB. Karena bekerja di industri lokal pun sudah banyak yang tutup,” katanya.

Ia berharap, kembali dibukanya rute penerbangan Indonesia-Malaysia dapat dimanfaatkan. ”Ini jadi kesempatan emas bagi gubernur untuk melobi,” imbuhnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks