alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

MotoGP 2021 Batal, UMKM Jangan Pesimis

MATARAMMotoGP Mandalika, Lombok 2021 batal, pagelarannya ditunda hingga 2022 mendatang. Kendati demikian, UMKM tak boleh langsung pesimis.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Wirajaya Kusuma tak menampik penundaan ini menimbulkan kekecewaan. Lantaran pihak UMKM berharap pagelaran tersebut bisa mendongkrak aktivitas jual beli berbagai produk. ”Meski event nya tidak jadi, bukan berarti kita harus merasa seolah-olah putus asa,” ujarnya memberi semangat,  (14/4).

Menurutnya, UMKM masih bisa mengambil peluang lain. Salah satunya dari gelaran WorldSuperbike (WSBK) yang tetap diadakan tahun ini. Kendati kalah pamor, gelaran ini dinilai tak jauh berbeda dari MotoGP.

Peluang lain juga muncul lantaran NTB merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas. Juga termasuk daerah MICE dan ikon wisata halal dunia. Dengannya diharapkan proses produksi beragam produk UMKM tetap berjalan. ”Banyak peluang lain. jadi tidak bergantung pada MotoGP saja,” ujarnya.

Terkait UMKM yang sudah melanjutkan proses kurasi sebagai merchandise MotoGP, lanjutnya, tetap akan melanjutkan produksi. Bukan untuk MotoGP, melainkan untuk menyediakan beragam kebutuhan gelaran kegiatan lainnya. Hal ini menurutnya sekaligus membuka peluang UMKM lainnya untuk naik kelas, dan ikut berpartisipasi melakukan kurasi pada produknya. ”Jadi semua produk lokal berlomba-lomba naik kelas hingga mampu berstandar Internasional,” ujarnya.

Terpisah, kepala Dinas Perindustrian NTB Hj Nuryanti mengatakan, semakin banyak IKM yang naik kelas selaras dengan penyerapan tenaga kerja yang juga semakin besar. Terutama bagi milenial yang mendominasi demografi di Indonesia saat ini. Mereka dinilai tepat dan cepat menangkap peluang terutama untuk sisi distribusi produk-produk UMKM. Muaranya, perekonomian NTB berangsur pulih berkat penyerapan tenaga kerja yang juga tak sedikit. ”Apalagi milenial punya cara tersendiri menghimpun produk IKM, dipasarkan online atau offline. Bahkan sudah ada beberapa mahasiswa sudah bergerak melakukan hal itu,” ujarnya.

Menurut Yanti, selama ini yang menjadi kelemahan dari para IKM persoalan distribusi. Lebih banyak yang fokus produksi saja. Sebagian besar IKM masih menggunakan manajemen tradisional. ”Mereka bisa membangun jejaring, IKM-IKM hanya menitipkan produk, nanti mereka yang akan keliling mendistribusikan,” ujarnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks