alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Pandemi Covid-19, Penjualan Hewan Kurban di Mataram Diprediksi Sepi

MATARAM–Penjualan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini diprediksi menurun. Kondisi ekonomi masyarakat yang melemah karena terdampak pandemi menjadi penyebabnya. ”Pandemi ini sangat mempengaruhi. Sehingga daya beli masyarakat akan hewan kurban jelang lebaran juga berkurang,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli Yahya, kepada Lombok Post, Senin (13/7/2020).

Penurunan tersebut juga terindikasi oleh dua faktor. Pertama, terlihat dari jumlah penjual hewan kurban di kawasan sekitar Kota Mataram yang masih jarang.

”Tahun sebelumnya terdapat lebih dari 60 titik lokasi penjualan hewan kurban. Kini tersisa 2 minggu lebaran saja masih jarang ditemukan penjual,” katanya.

Faktor yang lain, minimnya jumlah pembeli di pasar hewan. Sehingga pedagang berlomba-lomba menurunkan harga jual.

Untuk sapi, harga yang diturunkan bisa mencapai satu jutaan dari harga normal Rp 13.000.000 – Rp 15.000.000. Sedangkan kambing bisa turun harga hingga lebih dari Rp 500 ribu dari harga normalnya Rp 2 juta-2,5 juta. ”Nanti coba kita cek seminggu jelang lebaran. Bisa jadi harganya akan kembali normal,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima, jumlah kebutuhan hewan kurban di Kota Mataram pada 2019 mencapai 3.206 ekor. Rinciannya, sapi 905 ekor dan kambing 2.301 ekor. Dengan lokasi penyembelihan tersebar di 205 titik. Sedangkan tahun ini, jumlah hewan kurban yang disiapkan berkurang 5-10 persen. Lokasi penyembelihan pun diimbau hanya di rumah potong hewan (RPH). ”Biasanya dilakukan di masjid, kantor, atau sekolah. Tahun ini sebaiknya hanya di RPH saja untuk menghindari kerumunan,” katanya.

Dijelaskan, saat ini pihaknya bersama pihak terkait, sedang menyusun tata laksana penyembelihan. Termasuk tata cara penjualan hewan kurban dalam masa pandemi. Salah satu pembahasannya adalah tentang teknis pendistribusian daging kurban yang akan diubah dengan cara berkeliling oleh petugas. ”Akan diresmikan dalam 2-3 hari kedepan. Nantinya kami akan memberi pembekalan untuk memastikan petugas dan penerima aman dari Covid-19. Karena mereka harus mengunjungi daerah yang masih berstatus zona merah,” jelasnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB juga akan mengakomodir 15.500 ekor sapi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Sapi-sapi tersebut dikirim menggunakan kapal tol laut, Cemara Nusantara. Namun, hingga kini sapi yang sudah terkirim baru mencapai 8.000 ekor. Kapasitas kapal yang terabatas menjadi kendalanya. ”Selain itu kita juga harus rebutan dengan sapi ternak asal NTT dan Gorontalo. Tapi kami optimis target jumlah tersebut bisa tercapai hingga akhir tahun nanti,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak) Disnakeswan NTB Ratna Mustikawati. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks