alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

70 UMKM NTB Ikuti Pelatihan LPPOM MUI

MATARAM–Tercatat 70 UMKM mengikuti Pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH) Has 23000 yang diadakan LPPOM MUI Perwakilan Provinsi NTB. Mengikuti protokol kesehatan, peserta dibagi dua kelompok, dan ruangan berbeda.

Seluruhnya merupakan pelaku usaha yang memproduksi olahan makanan, minuman, dan obat tradisional di Lombok. ”Sudah seharusnya mereka diberikan perhatian, edukasi, fasilitas, dan pendampingan agar tetap mampu bertahan,” ujar Ketua Pelaksana LPPOM MUI di NTB Hj Rauhun, (12/9/2020).

Dia menyampaikan materi standar prosedur sertifikasi halal bagi UMKM.  Ada juga materi kebijakan dan regulasi jaminan produk halal bagi UMKM Indonesia, oleh Kepala Kanwil Kemenag NTB Zaidi Abdad. Terakhir, penyampaian urgensi sertifikat halal bagi UMKM oleh Kepala Dinas Koperasi UMKM NTB Wirajaya Kusuma.

Kegiatan ini tegasnya sebagai komitmen LPPOM MUI NTB memberikan dukungan pada UMKM. ”Salah satu keunggulan yang harus dimiliki pelaku UMKM adalah sertifikasi dan standarisasi produk. Termasuk sertifikasi halal,” katanya.

Diterangkan, SJH HAS 23000 merupakan standar mutu dan pedoman dalam melakukan proses sertifikasi halal. Ini telah dirumuskan selama lebih dari 30 tahun kiprah LPPOM MUI sebagai lembaga sertifikasi halal. Juga, disampaikan bagaimana menyusun manual SJH bagi pelaku UMKM. ”Ditetapkannya manual SJH oleh masing-masing pelaku UMKM adalah langkah maju untuk pengembangan usaha masing-masing,” katanya.

”Sedangkan, dari sisi proses dan kebijakan sertifikasi halal dengan manual HAS 23000, artinya mereka telah melengkapi dokumen persyaratan dalam pengajuan sertifikasi halal,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB KH Zaidi Abdad berharap UMKM terus berkeasi dan berinovasi. ”Pelaku UMKM kebanyakan apa adanya, terutama dalam hal kemasan, dan lainnya. Melalui pelatihan ini, saya harap kualitas mereka ditingkatkan,” katanya.

Sri Rohana, pemilik UD Dapur Hana, salah satu peserta senang dapat berpartisipasi. ”Ini kesempatan emas bagi saya untuk mengembangkan produk usaha. Pengetahuan ini sangat penting,” ujar ibu dua anak ini. (eka/r9/*)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.
Enable Notifications    Ok No thanks