alexametrics
Minggu, 19 September 2021
Minggu, 19 September 2021

Pengusaha Dukung PeduliLindungi Diterapkan Merata di NTB

MATARAM-Penggunaan aplikasi PeduliLindungi siap diperluas. Tak hanya sebagai persyaratan perjalanan, PeduliLindungi juga akan ditetapkan sebagai syarat untuk mendatangi tempat umum hingga beragam kegiatan.

Aplikasi ini dikembangkan untuk membantu instansi maupun pemerintah terkait melakukan pelacakan, guna menghentikan penyebaran Covid-19. Pengusaha pun mendukung penuh hal tersebut. Sayangnya, penerapan di NTB belum seperti di daerah atau kota-kota besar.

”Padahal program ini bagus sekali untuk menjaga kawasan umum tetap steril,” kata Putu Thedy, manager Mataram Mall, (13/9).

Aplikasi PeduliLindungi digunakan untuk memasuki ruang publik seperti mal, gedung, tempat makan, supermarket, keluar masuk karyawan, lokasi wisata, fasilitas olahraga, kegiatan seni dan lainnya. Sejumlah daerah mulai menerapkan uji coba pemakaian aplikasi untuk pengunjung. Menurut Thedy, belum meluasnya penggunaan aplikasi ini karena masyarakat NTB masih awam. Ditambah lagi sarana penunjang seperti handphone yang belum lengkap. ”Beda dengan penduduk kota besar yang hampir semuanya sudah menggunakan HP android dan sejenisnya,” imbuhnya.

Jika tak segera tersosialisasi, pihaknya khawatir penerapan kebijakan untuk penggunaan PeduliLindungi hanya akan menekan jumlah kunjungan publik ke tempat umum. Salah satunya mall sebagai salah satu pusat perbelanjaan masyarakat. Apalagi jika penerapannya harus mulai dilakukan di NTB. Dimana pengunjung harus menunjukkan aplikasi di ponsel pintar yang menandakan sudah melakukan vaksinasi dan negatif untuk hasil tes Covid-19. ”Takutnya nanti akan jadi kendala baru untuk masuk ke Mall,” katanya.

Sosialisasi lebih menjadi salah satu upaya yang dapat diterapkan. Namun perlu ada intervensi lainnya. Sarannya, ada antisipasi upaya lain yang dapat mendeteksi penyebaran Covid-19 di fasilitas umum. Diingatkan, meningkatkan kunjungan masyarakat ke tempat umum juga menjadi target pelaku bisnis demi mengembalikan omzet perusahaan. ”Misal, selain menggunakan HP ada cara lain yang dapat memantau jika pengunjung sudah terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi atau apa,” papar Thedy.

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Mataram turut mendukung penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara merata di NTB. Dengannya masyarakat memiliki kewajiban untuk melakukan vaksin. Jika tidak, bukan tidak mungkin masyarakat akan tetap enggan divaksin. Bermuara pada perlambatan kebangkitan ekonomi. ”Syarat pelonggaran mobilitas dengan PeduliLindungi  harus diterapkan,” tegas Ketua Hipmi Kota Mataram, Ricky Hartono Putra.

Pihak pengusaha pun mengaku siap menyediakan fasilitas skrinning untuk menggunakan aplikasi tersebut. ”Kita siap, apa pun yang bisa mempercepat pemulihan ekonomi di tengah pandemi,” tegasnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks