Rabu, 8 Februari 2023
Rabu, 8 Februari 2023

Budidaya Udang Vaname Sejahterakan Perempuan Pesisir di Lombok Utara

TANJUNG–Budidaya udang vaname memiliki prospek cerah. Hal ini dapat dilihat melalui kelompok pembudidaya di Desa Sukadana dan Desa Akar-Akar Bayan. Mereka sudah melakukan panen tahap ketiga, Selasa (13/10/2020).

Alhamdulillah dari apa yang kita lihat tadi memang hasilnya panennya lebih banyak dari sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU Iwan Maret Asmara.

Program budidaya udang vaname memang dihajatkan untuk peningkatan perekonomian keluarga. Pihaknya menyasar perempuan pesisir kategori keluarga miskin. Mereka melakukan budidaya udang menggunakan kolam bundar yang difasilitasi Pemda KLU

”Tahap awal adalah percontohan. Memang ada kendala. Sebab itu kita terus bimbing masyarakatnya. Pakan, bibit, hingga pendampingannya kita bantu,” jelas dia.

Tahun ini, hasil tahap pertama tidak bagus. Hal tersebut dipengaruhi kesiapan dan pemahaman warga yang masih kurang. Namun tahap ketiga ini hasilnya jauh lebih bagus.

Baca Juga :  Kurangi Potensi PHK, PHRI Minta Potongan Iuran BPJS dan Listrik

”Sekarang mereka sudah masuk siklus semi mandiri. Artinya kita hanya membantu soal pakan dan listrik. Teknologinya mereka sudah tahu,” jelas mantan kepala BPBD KLU itu.

Kabar baiknya, saat ini mereka sudah memiliki mitra. Yakni perusahaan Mumbul Sari Agriculture (MSA). Sehingga Dishublutkan sudah bisa melepas mereka untuk berkembang lebih besar.

”Karena ini potensi bagus, anggaran berikutnya kita akan buka untuk kelompok lainnya,” kata dia.

Saat ini pihaknya tengah mensurvei beberapa desa lain yang cocok. Sejauh ini, program budidaya udang vaname ini masih dilakukan di tiga kecamatan, Gangga, Kayangan, dan Bayan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Sahna menuturkan peningkatan keterampilan juga menjadi tujuan.

”Kita bertanggung jawab sampai ini berhasil,” kata dia.

Baca Juga :  Program Bantuan Kolam Bundar Terkendala Anggaran Kabupaten Lombok Utara

Jumlah kolam kelompok yang tersebar sebanyak 400 unit di 10 titik di seluruh KLU. Di Dasan Kerepuk, Desa Sukadana saja ada 40 kolam. Satu kolam dikelola oleh dua orang perempuan pesisir.

Agar mandiri, kelompok tersebut menjalin kemitraan dengan pemilik tambak sekitar. ”Ada yang langsung memasarkan ke Banyuwangi,” tandas Sahna.

Anggota kelompok Kelompok Dasker di Dusun Lokok Kengkang, Desa Sukadana Esi Julianti mengatakan, hasil panen memuaskan. Hal tersebut bisa digunakan untuk membantu perekonomian.

Pemeliharaan alat yang diperkirakan cukup mahal dan tidak terjangkau kelompok masih jadi kendala untuk mandiri. ”Kami mohon tetap dibantu soal itu,” ucapnya

”Kalau soal hasil, satu kolam itu bisa 70 kilogram. Di sini ada 40 kolam, sekali panennya bisa mencapai 3 ton,” tutup Esi. (fer/r9)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks