alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

2021, Realisasi KUR BSI Rp 304 Miliar

MATARAM-Realisasi Kredit Usaha Rakyat di NTB melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) tercatat Rp 304 miliar sepanjang 2021. BSI KCP Pejanggik 2 Mataram Barat pun menjadi kantor penyalur terbesar di Nusa Tenggara senilai Rp 132 miliar. Sejalan dengan perannya sebagai perbankan syariah, BSI memfokuskan penyaluran KUR di sejumlah sektor-sektor halal. ”Utamanya seperti di sektor pengembangan pariwisata halal,” kata Area Manajer Bali Nusra BSI Sukma Dwie Priardie.

Untuk tahun ini, pihaknya berencana menjajaki beberapa program. Mulai dari pengembangan usaha petraship berbasis pesantren. Rencananya sejulah pesantren akan diajak mengembangkan usaha petrashop melalui skema pembiayaan KUR. Hal ini sekaligus untuk mewujudkan dorongan pengembangan ekosistem ekonomi syariah. Sejalan dengan lima masjid yang akan djadikan pilot project pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid. Selanjutnya adalah kerja sama dengan pemerintah daerah untuk menyasar peningkatan realisasi penerimaan KUR. Tinggal dikawinkan dengan kegiatan yang sejalan dengan program pemerintahan. ”Kita menunggu waktu bertemu gubernur,” katanya.

Nilai aset BSI di NTB juga mendominasi dibanding Bali dan NTT. Nilainya mencapai Rp 3 triliun dari total Rp 4,3 triliun keseluruhan asetnya di kawasan Bali dan Nusa Tenggara. ”Sebanyak 70 persen NTB mendominasi aset BSI. Pertumbuhannya 13-14 persen per tahun,” katanya.

Baca Juga :  Kinerja Himbara Positif, BRI Optimistis Soal Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB Ahmad Masyhuri, berbagai program pemerintah juga mendorong pelaku usaha naik kelas. Salah satunya diharapkan dapat didukung melalui fasilitas pembiayaan yang lebih mudah. Pihaknya mencatat, secara total sudah lebih dari Rp 5 triliun dana KUR yang mengalir untuk pelaku usaha di NTB. Selain KUR, akses pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat juga bisa melalui LPDB (Lembaga Penyelenggara Dana Berhulir). Mereka bisa memberikan modal hingga miliaran tergantung jenis dan prospek usahanya. ”Kita jamin akses ke seluruhnya ini mudah asalkan UMKM benar-benar punya usaha. Punya prospek dan mau berkembang,” imbuhnya.

Selain akses modal ke lembaga keuangan, pihaknya juga terus mendorong UMKM bisa mengantongi segala jenis perizinan. Sisa 30 persen UMKM menjadi pekerjaaan rumah bagi pihaknya agar seluruhnya bisa serentak kantongi izin. Apalagi jelang MotoGP agar semua UMKM bisa ikut berpartisipasi. ”Kita harap mereka dapat melalui proses kurasi dan dipamerkan saat perhelatan MotoGP. Utamanya yang telah sesuai dengan standar kesehatan,” imbuhnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/