alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Kawasan Wisata di Mataram Ditutup, PKL Menjerit

MATARAM–Ekonomi pedagang Loang Baloq kembali mati suri. Hal itu seiring penutupan kawasan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram. “Itu konsekuensi yang harus mereka terima. Ketika diminta untuk menerapkan protokol kesehatan, pedagang maupun pengunjung malah enggan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi kepada Lombok Post, Rabu (15/7/2020).

 

Mengisi kekosongan tersebut, para pedagang memilih melakukan sejumlah perbaikan lokasi berjualan. Salah satunya dengan membuat kontainer warna-warni sebagai lokasi berdagang nantinya. Kontainer itu dibuat atas kesepakatan antara Dispar, Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli), serta pedagang di sana.

 

Pemkot Mataram lantas memfasilitasi pedagang dengan pihak koperasi maupun bank. Pedagang yang kekurangan modal untuk mendirikan kontainer langsung mendapat keringanan kredit dari pihak bank. ”Kita tidak memberi suntikan dana secara langsung,” tegasnya.

 

”Pihak bank juga sudah welcome. Sebab ini merupakan kebijakan pemerintah kota demi memperindah kawasan wisata, dan pasti berpengaruh untuk penjualan pedagang kedepannya,” tambahnya.

 

Terkait kapan dibuka kembali, ia berharap Loang Baloq bisa dibuka akhir bulan ini. ”Tanggalnya belum pasti,” katanya.

 

Zahro salah satu pedagang menyebut, meski setoran kredit sudah diringankan oleh pemerintah, namun mereka tetap kesulitan melunasi. Dia mengatakan kondisi tengah anjlok, terlebih kini tempatnya berusaha kembali ditutup. ”Nyicil pakai apa? Pemasukan saja tidak ada,” imbuh wanita asal Kampung Sembalun, Sekarbela tersebut.

 

Dijelaskan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat kontainer dagang minimal Rp 3.000.000. Padahal omzet yang didapat dari berjualan sejak pandemi hanya Rp 200.000 hingga Rp. 300.000 saja. Sehingga untuk membuat kontainer ia menggunakan sisa-sisa modal seadanya. ”Modalnya dipakai dari keuntungan berjualan sejak dua minggu lalu, karena saat itulah pengunjung membludak. Tapi kan harus dibagi dua untuk kebutuhan makan sehari-hari,” ujarnya.

 

Hal serupa juga disampaikan Ahmad Yanto dan para pedagang lainnya. Menurutnya, kebijakan keringanan kredit bagi pedagang tidak terlalu berpengaruh. ”Tetap saja ujung-ujungnya harus keluarkan uang. Tapi saya tetap membuat kontainer ini berharap bisa berdampak positif bagi penjualan ke depannya saja,” ujarnya.

 

Mohammad Ahrar, staf pengawas Loang Baloq menuturkan, kontainer warna-warni itu hanya dianjurkan kepada 30 pedagang yang terdaftar secara resmi. Untuk pedagang di luar kawasan wisata, atau tidak terdaftar, tidak perlu menggunakan kontainer. ”Kalau tidak terdaftar, berarti bukan ranah Dispar. Seperti pedagang-pedagang dadakan dan pedagang kaki lima di area luar,” jelasnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks