alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Pendakian ke Rinjani Masih Tutup, Pengusaha Diminta Bersabar

MATARAM–Para pengusaha yang menggantungkan hidunya dari wisata pendakian Gunung Rinjani diminta bersabar. Hingga kini kawasan tersebut belum bisa dibuka kembali.

”Ini masih momen pandemi. Jadi harus bersabar dulu,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady.

Dijelaskan, saat gempa 2018 lalu saja, dibutuhkan kurang lebih satu tahun untuk masa pemulihan. Saat ini kemungkinan demikian, bahkan lebih. Lantaran pandemi yang belum bisa dipastikan kapan akan hilang.

”Kami harus menjaga agar jangan sampai destinasi wisata itu jadi klaster baru penyebaran Covid-19. Jangan sampai usahanya jalan, pengunjung membludak, tapi penyebarannya tidak bisa dihindari,” jelasnya.

Dia mengamini TNGR punya pengaruh penting bagi ekonomi dan pariwisata Indonesia. Momen dibukanya kawasan, bisa menjadi sinyal bagi wisatawan domestik dan luar negeri bahwa pariwisata Indonesia sudah mulai bergerak. ”Kalau dibuka lalu ditutup kembali akibat adanya penyebaran di wilayah itu, tentu pariwisata Indonesia bisa tercoreng,” katanya mengingatkan.

Disinggung soal target PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) tahun ini, pihaknya tidak bisa memperkirakan. ”Kalau tahun lalu, kita menyumbang sebesar Rp 3 miliar,” katanya.

Terpisah, Muhammad Sahroni, pemilik usaha sewa alat outdoor Lampaq-Lampaq mengatakan, sebagian besar konsumennya merupakan pendaki Rinjani. Pihaknya menyewakan sepuluh jenis alat pendakian. Jumlahnya bervariasi sekitar 9-15 alat. Biasanya setiap akhir pekan, seluruh alatnya selalu habis disewa para pendaki Rinjani.

”Ludes. Bahkan sampai beberapa teman yang punya alat mencoba untuk menitip penyewaannya ke saya,” ceritanya.

Namun kini penyewa hanya berasal dari orang yang melakukan aktivitas perkemahan di kawasan pantai dan bukit semisal Pergasingan. Hal ini tentu berimbas pada omzet yang diperolehnya.

”Dulu, seminggu bisa dapat Rp 1,5 juta. Saat pandemi tidak ada pemasukan. Namun kini mulai naik meski tidak signifikan,” ujarnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks