alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Pandemi Covid-19, Klaim Jaminan Hari Tua di BPJS NTB Membeludak

MATARAM-Akibat pandemi covid-19, ribuan pekerja di NTB menarik dana jaminan hari tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan. ”Sejak Januari sampai Juni ada 15.013 orang pekerja sudah klaim, total dananya Rp 149 miliar lebih,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTB Adventus Edison Souhuwat, Kamis (13/8).

Sejak pandemi melanda, kata Edison, banyak pekerja terdampak. Baik yang di-PHK maupun yang dirumahkan. Karena itu, antrean pengajuan klaim terus membeludak setiap hari. ”Kami melayani sampai malam, dulu ngak seperti ini,” katanya.

BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa mencegah, sebab uang tersebut merupakan hak pekerja. ”Dan memang untuk kekuatan dana masih bisa,” ujarnya.

Jumlah klaim JHT masing-masing pekerja berbeda-beda, tergangung lama kerja, besaran gaji, dan perusahaanya. Perusahaan-perusahaan besar seperti PT AMNT, klaim JHT pekerjanya antara Rp 300 juta hingga Rp 500 juta. ”Kalau yang kecil-kecil toko-toko itu antara Rp 500 ribu, Rp 10 juta, ada juga yang Rp 35 juta, pokoknya bervariasi,” katanya.

Edison menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat program jaminan, yakni jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun. Program jaminan hari tua bisa diklaim bila pekerja sudah tidak aktif bekerja lagi di perusahaan. Sedangkan program jaminan pensiun bisa diambil pada saat sudah memasuki usia pensiun. ”Jadi yang diambil saat ini adalah jaminan hari tua,” katanya.

Meski menjadi hak pekerja, namun BPJS menyarankan perusahaan-perusahaan jangan menonaktifkan para pekerja. ”Kalau mau dirumahkan silakan tapi jangan dinonaktifkan,” harapnya.

Bila pekerja dinonaktifkan, pekerja tidak akan lagi mendapatkan jaminan lainnya, seperti jaminan pensiun. ”Ketika terjadi kecelakaan mereka tidak dapat lagi, apabila dia  meninggal tidak dapat santunan,” jelasnya.

Begitu juga saat ini, ketika ada bantuan langsung dari pemerintah Rp 600 ribu per bulan, mereka juga tidak dapat karena sudah nonaktif.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Hj Wismaningsih Drajadiah mengatakan, pandemi covid-19 dirasakan hampir semua kalangan, khususnya pekerja formal. ”Dampak sosialnya luar biasa,” katanya.

Sebab itu, pemerintah terus berupaya membantu warga terdampak dengan berbagai program. Pemprov memberikan bantuan JPS Gemilang kepada pekerja yang dirumahkan. ”Sekarang ada bantuan langsung tunai juga Rp 600 ribu, mudahan ini bisa membantu,” katanya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks