alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Bantu UKM, PLN Hadirkan Program Super Merdeka

MATARAM–Tercatat lebih dari 60 pelaku UKM/IKM telah memanfaatkan program Super Merdeka. Program ini berlangsung hingga 3 Oktober, menargetkan 400 pelanggan khusus pelaku UKM/IKM. ”Dilihat dari launching yang baru dilaksanakan 5 September lalu, artinya jumlah capaian ini sudah cukup baik. Dari segi presentasi pun kurang lebih sudah 15 persen,” kata Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UIW NTB Fauzi Arubusman, kepada Lombok Post, Senin (14/9/2020).

Melalui program Super Merdeka, PLN memberikan keringanan biaya penyambungan (BP) tambah daya 75 persen. Sekaligus memberikan keringanan bagi pelanggan golongan tarif bisnis dan industri tegangan rendah, mulai dari daya 450 VA sampai dengan daya 13.200 VA. Dengan pilihan daya akhir sampai dengan 16.500 VA.

Tujuan program itu, menumbuhkan kegiatan ekonomi. Sosialisasi dengan terjun langsung ke pelaku usaha terkait terus dilakukan. ”Kami harap mereka bisa memanfaatkan program langka ini semaksimal dan sesegera mungkin. Sebab jika sudah berakhir, maka akan dikenakan tarif umum ,” tegasnya.

Ada juga program tambah daya murah atau Super Wow, berlangsung hingga 30 September. Program ini menetapkan biaya  Rp 170.845 khusus pelanggan rumah tangga yang ingin tambah daya ke 2.200 hingga 5.500 VA. Tarif listrik daya, tetap seharga Rp 1.467,28/kWh. Dengan diskon sebesar itu, kata Fauzi, banyak pelanggan yang memanfaatkan program ini. ”Terbukti dengan data penyerapannya sebanyak 4.387 pelanggan dari target awal hanya 2.000 saja. Berarti realisasinya sudah mencapai 200 persen,” jelasnya.

Pemilik UD Cipta Jaya Baiq Nur Hasanah mengapresiasi program PLN itu. Menurutnya, program tersebut sangat membantu. ”Saat dikunjungi untuk disosialisasikan mengenai program ini oleh petugas PLN, saya langsung tertarik,” katanya ditemui di kios miliknya.

Ia berharap rekan pelaku UKM lain turut memanfaatkan program tersebut. ”Sayang sekali jika tidak memanfaatkan program bagus ini,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks