alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pertumbuhan Ekonomi NTB Stagnan

MATARAM–Ekonomi dua bulan terakhir mulai bergerak meski masih dalam kondisi umum stagnan. Hal ini disebabkan beberapa aktivitas yang diperlonggar. ”Beberapa sektor mulai menggeliat, terutama sektor perdagangan kebutuhan primer. Sedangkan untuk sektor sekunder hingga tersier masih cukup riskan untuk kembali ke perekonomian normalnya,” kata Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram Dr Firmansyah, kepada Lombok Post, Senin (14/9/2020).

Menurut dia, kondisi nasional maupun regional masih penuh ketidakpastian. Ancaman resesi, hingga masih lemahnya daya beli belum usai. Namun itu bisa ditahan oleh sejumlah bantuan dan stimulus yang dilakukan pemerintah. ”JPS Gemilang sangat membantu terutama bagi pelaku UMKM dan IKM kita. Upaya serupa bisa terus dilanjutkan atau bahkan dibuat lebih banyak dan beragam,” sarannya.

Berkaca pada pemberlakuan PSBB yang kembali diterapkan di Jakarta, ia mendukung pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Menurutnya, aturan ini sangat membantu mengembalikan perekonomian dengan aktivitas yang dapat terus berlangsung. Di saat yang sama diharap  mengurangi penyebaran Covid-19. Jika konsisten dan berhasil, NTB bisa segera merekonstruksi pembangunan ekonomi lokal.

”Kita berharap ekonomi membaik, namun kesehatan jangan sampai dilupakan,” jelasnya.

Momen pilkada juga bisa jadi angin segar. Namun pengaruhnya diprediksi tak sebesar biasanya, karena sejumlah pembatasan. ”Kalau masa biasa, tentu bisa menggerakkan banyak sektor ekonomi perdagangan. Sedangkan masa pandemi ini sektor yang terlibat sangat terbatas. Terbesar yakni jasa konveksi, tempat makan, dan percetakan,” imbuhnya melalui seberang telepon.

Kunci untuk membangkitkan ekonomi pasca pandemi ialah dengan mengarahkan pelaku bisnis melakukan subtitusi impor. Dengan kata lain, menggeluti bisnis primer yang lebih dibutuhkan. ”Jangan hanya berpangku pada ritel modern. Kios terdekat kita sebagian besar hanya menjual produk-produk pabrikan. Bagaimana sekarang UMKM bisa mengambil alih pasar itu. Sehingga harus ada konsep bersama dalam upaya penerapannya,” katanya.

Saran berikutnya, rekayasa kawasan. Upaya ini untuk membangun klaster perdagangan baru dan sementara bagi UMKM. Revitalisasi Pantai Ampenan bisa dijadikan contoh kawasan lainnya. ”Upaya ini berkesinambungan. Pastikan bahwa produksi kita lancar dan merupakan kebutuhan mendasar. Lalu siapkan dan viralkan pasarnya. Buatkan yang baru atau revitalisasi yang sudah lama,” jelasnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks