alexametrics
Senin, 3 Oktober 2022
Senin, 3 Oktober 2022

REGSOSEK 2022, Terjunkan 9.129 Petugas Lapangan

PRAYA-Pertengahan bulan Oktober-November 2022 BPS akan melaksanakan kegiatan Registrasi Sosial Ekonomi (REGSOSEK) 2022. Pendataan ini dilaksanakan secara sensus dan membutuhkan petugas lapangan yang cukup banyak, sekitar 9.129 petugas yang dibutuhkan BPS NTB. Mereka akan disebar diseluruh kabupaten/kota untuk mendata masyarakat NTB.

“Adapun posisi petugas lapangan yang dibutuhkan untuk REGSOSEK 2022 ini yaitu Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan Petugas Pendataan Lapangan (PPL),” ungkap Kepala BPS NTB Wahyudin usai menggelar Rakorda REGSOSEK 2022 di Raja Hotel Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (15/9/2022).

Melalui kegiatan REGSOSEK 2022 ini, sambungnya, diharapkan, data mengenai penduduk miskin ekstrem dapat dilihat by name by addres. Sehingga bantuan yang diberikan pemerintah menyasar pada penduduk yang memang membutuhkan.

“Rencananya pendataan awal (Regsosek, red) akan dilakukan selama satu bulan penuh. Mulai dari 15 Oktober-14 November 2022. Durasi ini sudah cukup untuk mendata semua penduduk di setiap desa. Apalagi satu orang (petugas) mendata sebanyak 250 rumah tangga dimasing-masing desa,” bebernya.

Dijelaskan, poses pendataan penduduk ini melibatkan semua elemen sampai ke tingkat desa. Dimana pendataan mencakup seluruh profil dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perumahannya. Termasuk juga pekerjaan mereka apa.

Baca Juga :  Okupansi Hotel di Mandalika Membaik

“Semua didata melalui sebuah quisioner yang berjumlah 53 pertanyaan. Jadi bisa dilihat kriteria kesejahteraan penduduk mulai dari ringking satu sampai seterusnya,” sebut Wahyudin.

Agar proses pendataan benar-benar real sesuai kondisi masyarakat di lapangan, kata dia, penting dilakukan pengalawan dalam proses pendataan. Sebab itu diterjunkan langsung aparat kepolisian hingga pemerintah daerah.

Selain itu, dengan adanya REGSOSEK 2022 ini maka data-data yang diolah terjamin ketepatannya. Apabila ada oknum petugas yang bermain, maka akan terlihat dalam proses pengawasan. Terlebih dalam proses pendataan di lapangan harus ada bukti foto atau geotagging pada setiap rumah tangga yang didata para petugas.

“Nanti melalui geotagging dan foto kita coba telusuri benar tidak yang sudah dilaksanakan. Jadi ada croscek ulang,” bebernya.

Hasil Regsosek ini, diyakini dapat menyajikan perengkingan kesejahteraan penduduk. Mulai dari terbawah hingga teratas. Setelah itu, diadakan forum komunikasi daerah mulai dari tingkat desa untuk penentuan kriteria-kriteria penduduk yang berada dalam desa tersebut.

Baca Juga :  Bank Indonesia Dorong Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Sarang Walet NTB

“Dalam forum tersebut ditampilkan semua jenis kesejahteraan penduduk dimasing-masing desa,” tandasnya.

Sementara itu, Inspektur Wilayah II BPS RI Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi adalah satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Bapak Presiden RI Joko Widodo juga menekankan, reformasi program perlindungan sosial diarahkan pada perbaikan basis data penerima melalui pembangunan data Regsosek serta percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Endang menyebutkan, ada tiga visi besar dalam sistem REGSOSEK 2022 ini. Pertama, Regsosek terintegrasi dengan berbagai jenis data dan dapat dimutakhirkan oleh berbagai pihak untuk mewujudkan satu data Indonesia.

Kedua, mengintegrasikan sistem informasi dari program eksisting untuk memberikan gambaran lengkap penerima manfaat. Ketiga, pemetaan terpusat agar penyaluran program memenuhi prinsip tepat sasaran, waktu, jumlah, harga, kualitas dan administrasi.

“Regsosek adalah sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan,” pungkas Endang. (ewi)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/