alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Harga Tes PCR Beratkan Pelaku Usaha Kesehatan

Para pelaku usaha yang bergerak di bidang kesehatan meminta pemerintah melibatkan mereka dalam penentuan harga tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR).

Wakil Komite Tetap Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Randy H Teguh memandang, hal tersebut penting dalam keberlangsungan layanan kesehatan tersebut di saat pandemi Covid-19.

“Kami berharap pemerintah membantu kami, agar kami juga bisa membantu pemerintah dalam menangangi pandemi Covid-19, sehingga kita sama-sama bisa membantu masyarakat,” ujarnya dalam acara diskusi secara virtual, Sabtu (13/11).

Randy mengungkapkan, harga eceran tertinggi (HET) tes PCR terakhir yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 275.000 (Jawa-Bali) dan Rp 300.000 (luar Jawa-Bali) cukup memberatkan pelaku usaha kesehatan.

Baca Juga :  Biaya Tes PCR, NTB Resmi Turunkan Harga ke Rp 300 Ribu

“Rumah sakit, klinik dan lab itu istilahnya kepepet. Jika mereka tidak melakukan layanan, mereka akan ditutup, tapi kalau mereka melakukan ya buntung,” ungkapnya.

Sementara, CEO Cito Clinical Laboratory Dyah Anggraeni mengatakan, berdasarkan simulasi yang dilakukan dengan harga reagen open system Rp 96.000, harga PCR seharusnya di atas Rp 300.000. Namun, pihaknya tetap melakukan layanan tes PCR dengan sejumlah efisiensi dan sistem subsidi silang dari layanan tes yang lain.

“Efisiensi kita lakukan dimana-mana, untuk SDM yang paling bisa dikurangi itu swaber, tapi yang ada di lab itu tetap,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, wakil ketua DPR RI Emanuel Melkiades mengatakan, pemerintah perlu mensubsidi biaya tes PCR, khususnya di daerah-daerah yang layanan tes PCR-nya masih terbatas namun potensi penularannya tinggi. Menurutnya, biaya subsidi bisa diambil dari anggaran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)

Baca Juga :  Harga Elpiji Non Subsidi Naik, Ini Penjelasan Pertamina

“Kalau di bidang penerbangan saja, pemerintah masih mensubsidi sejumlah maskapai agar penerbangan bisa masuk ke suatu daerah demi keadilan akses, seharusnya tes PCR juga begitu,” ucapnya.

Menurutnya, subsidi merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan keadilan bagi warga di seluruh pelosok Tanah Air untuk menjangkau harga tes PCR. Selain itu demi membantu keberlangsungan usaha di bidang layanan kesehatan. “Jangan sampai orang takut berusaha di bidang kesehatan,” pungkasnya. (jpg)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/