alexametrics
Kamis, 11 Agustus 2022
Kamis, 11 Agustus 2022

Masyarakat Keluhkan Kenaikan Harga BBM

MATARAM-Pertamina resmi menaikkan harga untuk ketiga jenis bahan bakar minyak (BBM) non subsidi. Yakni Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. ”Keputusan ini secara nasional, kenaikan harga juga berlaku di NTB,” kata Section Head Communication & Relations Pertamina Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra, Selasa (15/2).

Untuk Pertamax Turbo (RON 98), harganya kini Rp 13.500, Pertamina Dex (CN 53) Rp 13.200, dan Dexlite (CN 51) 12.150 per liter. Sebelumnya harga Pertamax Turbo Rp 12.000, Pertamina Dex Rp 11.150, dan Dexlite Rp 9.500. Kenaikan sesuai keputusan menteri tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU)

Dikatakan, harga baru ketiga produk ini setelah melakukan penyesuaian. Mengikuti perkembangan terkini dari industri minyak dan gas. Harga minyak ICP per Januari mencapai 85 USD per barel. ”Naik sekitar 17 persen dari harga ICP per Desember 2021,” katanya.

Baca Juga :  Pengamat: Harga BBM Wajar Naik, Pertamina Harus Dapat Restu Pemerintah

Meski demikian, harga Pertamax Turbo dan Dex Series ini sendiri masih terbilang paling kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara. Sementara untuk BBM non subsidi lainnya yakni Pertamax dan Pertalite tidak mengalami penyesuaian harga. ”Harga Pertalite Rp 7.650-8.000 per liter dan pertamax  Rp 9.000-9.400 per liter,” katanya.

Namun demikian, dampak kenaikan harga BBM ini jelas dirasakan masyarakat. Seperti diungkapkan Putra Yulian, warga Sweta, Mataram. Dirinya sebagai pengguna pertamax turbo jelas keberatan adanya kenaikan harga. Sementara jika menggunakan pertamax maupun pertalite, dikhawatirkan akan menurunkan performa kendaraannya. ”Memberatkan konsumen kalau naik. Sementara kalau pakai yang biasa juga takut-takut,” katanya.

Terpisah, Muhammad Alwi juga mengatakan hal serupa. Apalagi saat masa pandemi. Kenaikan harga ini juga bertepatan dengan kenaikan harga sejumlah bahan pokok lainnya. Menurutnya, jika harga BBM non subsidi naik, maka peminat BBM bersubsidi akan membludak menyebabkan antrean panjang. Lebih parah bisa juga BBM subsidi akan langka di beberapa pom bensin tertentu. Sehingga harga bensin eceran juga ikut naik.  ”Memberatkan lah, belum selesai naik yang satu, sudah naik yang lain,” katanya.

Baca Juga :  Dorong Industri Migas, BRI Fasilitasi Kredit Joint Borrower Pertamina Grup

Adi Putra, warga lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Kendati masih menggunakan pertalite atau pertamax, dia khawatir dampak lanjutan yang akan timbul. ”Biasanya harga bahan pokok ikut terpengaruh,” prediksinya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/