alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Toko Oleh-oleh di Mataram Mulai Ramai Pengunjung

MATARAM–Kondisi sejumlah toko souvenir dan oleh-oleh perlahan menggeliat. I Gusti Agus, salah satu penjual di Cakranegara, Mataram menjelaskan peningkatan terjadi sejak dua pekan terakhir.

”Sederet toko di sini sempat tutup selama dua bulan. Sekarang kami coba buka kembali dan perlahan mulai ada pengunjung,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (15/7/2020).

Saat ini yang menjadi pelanggan setia souvenir asal Lombok ini hanyalah wisatawan lokal. Juga beberapa wisatawan dan pekerja luar daerah yang terjebak di sini, alias tidak bisa kembali ke daerah asalnya.

”Karena penerbangan sudah dibuka kembali, jadi mereka sudah bisa balik ke kotanya. Tentu dengan membawa oleh-oleh khas Lombok,” ujarnya.

Dalam sehari ada 20-40 barang dagangannya yang terjual. Penghasilannya Rp 400.000 hingga Rp 500.000. ”Padahal dulu bisa mencapai Rp 3 jutaan dalam sehari,” keluhnya.

Ia mengatakan, saat ini hanya menjual stok barang lama. Seperti beragam jenis kain tenun khas Sasak, syal, tas, daster, serta beberapa asesoris. Karena, untuk restock barang baru dari supplier tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. ”Habiskan stok yang ini dulu. Syukurnya, komoditas seperti daster dan kain blanket paling banyak dicari. Sehingga keduanya akan dipesan duluan dari supplier di Bali dan Lombok Timur. Menggunakan modal yang baru terkumpul ini,” katanya.

Ia berharap, pemerintah bisa lebih menggencarkan promosi terhadap toko-toko souvenir lokal. ”Kalau toko besar, tanpa promosi saja sudah pasti jadi incaran wisatawan. Untuk itulah toko-toko kecil seperti ini perlu promosi lebih. Padahal, produk kami juga tak kalah kualitas dari toko tersebut,” harapnya.

Anita, wisatawan asal Aceh, mengatakan terbantu dengan kehadiran toko oleh-oleh serupa. Untuk oleh-oleh, dia merogoh kocek Rp 650.000. ”Karena keuangan menipis terus selama terjebak di sini, tentu oleh-oleh dengan harga terjangkau menjadi incaran,” katanya.

Oleh-oleh khas Lombok pun dirasa cukup unik. Khususnya kain blanket. Ia berharap bisa kembali mengunjungi Lombok saat pandemi telah usai. ”Saat perkonomian sudah kembali dan persyaratan bepergian tidak lagi sulit, saya berencana untuk kembali lagi ke sini bersama teman-teman sekantor,” imbuh wanita berkacamata ini. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks