alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Budidaya Maggot, Kurangi Sampah dan Hasilkan Jutaan Rupiah Per Bulan

PRAYA–Arifudin Nurrahmatullah, pemuda asal Narmada, Lombok Barat bersama LAZ Dasi NTB mengembangkan budidaya maggot. Maggot adalah bayi larva lalat, black soldier fly yang mampu menguraikan sampah organik dengan sangat cepat dalam jumlah besar.

Pengembangan maggot menjadi produk olahan pakan ayam, bebek, ikan, dan burung. Layaknya bank sampah pada umumnya, masyarakat bisa menukarkan sampah rumah tangga dengan baby maggot gratis. Sehingga budidaya ini tak hanya berpotensi bisnis, namun juga berpotensi pengembangan ekonomi masyarakat dengan membantu mengatasi masalah lingkungan.

”Baby-nya nanti mereka pelihara dikasi makan sampah. Setelah 13-15 hari, akan kami beli maggot dewasanya,” kata Arif ditemui di kandang budidaya Maggot di Kediri, Lombok Barat, Kamis (15/10/2020).

Di tanah seluas 50 are tersebut, terdapat 104 kotak yang menjadi lokasi pertumbuhan baby maggot. Dari sini, ada lima potensi produk yang bisa diperjualbelikan. Mulai dari maggot segar, maggot kering, tepung maggot, telur dari lalat, serta pupuk organik.

Dijelaskan Arif, maggot segar dijual Rp 6-7 ribu per kilogram. Maggot kering atau yang sudah mati dihargai Rp 20 ribu ukuran 100 gram dan Rp 30 ribu untuk 200 gram. Potongan harga masing-masing Rp 2.000 untuk reseller. Telurnya bahkan lebih mahal, Rp 6-10 ribu per gram.

Satu biji telur bisa menghasilkan 3-5 kilogram maggot segar. Ketiga produk menyasar para peternak ikan hias dan unggas. Sedangkan tepung maggot, menyasar produsen pakan ternak sebagai campuran kandungan pakannya. ”Untuk sampah organik, skalanya masih kecil jadi masih digunakan pribadi, belum berani dijual di pasaran,” ujarnya.

Pihaknya biasa menghasilkan 20 kilogram maggot segar perhari. Penghasilan berkisar Rp 3,6 juta per bulan. Belum ditambah penjualan ketiga produk lainnya. ”Nanti pasti banyak yang minat jika sudah lihat sendiri hasilnya,” ujar alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Malang tersebut.

Ditambahkan Hanan Yusron, manajer Markom dan Kerjasama LAZ Dasi NTB, pihaknya juga masih terkendala mesin penggiling sampah. Itu dibutuhkan untuk mempercepat perkembangbiakan maggot. ”Makin halus sampahnya, juga makin mudah diayak sebagai pupuk organik siap pakai,” tambahnya.

Dengan tagline sedekah dengan maggot, masyarakat bisa menghibahkan sampah organik untuk pengembangan maggot. ”Tim kami siap menjemput di mana pun rumah lokasi sampah organiknya,” ujarnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks