alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Tiga Gili Ditutup, Zulkieflimansyah : Jangan Sikapi Berlebihan!

MATARAM– Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengimbau masyarakat tidak panik dalam menyikapi virus korona. ”Penutupan tiga gili tidak disikapi dengan berlebihan,” katanya, saat rapat koordinasi penanganan Korona dengan pelaku usaha pariwisata di Mataram, kemarin (16/3).

Dia menjelaskan, penutupan dilakukan demi mengantisipasi penularan virus Korona dari wisatawan asing yang berpotensi membawanya dari luar NTB. ”Teman-teman jangan mamaknai ini sebagai penutupan, tapi ini upaya kita memperbaiki supaya betul-betul provinsi kita ke depan aman, nyaman, dan bebas Korona,” ujar Zul.

Zul berharap, dengan langkah antisipatif meliburkan sekolah dan menutup tempat umum, hal itu bisa meredam kepanikan dan kecemasan masyarakat. “Kita tidak perlu takut berkepanjangan, tapi pada saat yang sama kita tidak menyepelekan, waspada dan hati-hati sambil terus mengampanyekan hidup yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Dia berjanji tetap membantu pelaku pariwisata agar tetap stabil dan bersemangat mengelola usahanya. ”Masalah pajak dan lain sebagainya akan segera dibahas dengan para kepala daerah masing-masing,” katanya

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal dalam pertemuan itu mengungkapkan, rakor digelar untuk merumuskan langkah penanganan terkait pandemi Korona.  ”Penutupan menunjukan pemprov serius akan hal itu,” katannya.

Selama penutupan, mereka akan melakukan penyemprotan disinfektan dan berbagai aktivitas di tiga gili, bandara, dan juga tempat lainnya.

Pemerintah akan menempatkan petugas di tiga gili. Petugas-petugas tersebut berasal dari dinas kesehatan, dinas pariwisata dan juga Pokja setempat. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan secara berkala. ”Termasuk di  kawasan KEK Mandalika dan daerah Sekotong,” tandasnya..(ili/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks