alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Curhat ke DPRD, Pelaku Pariwisata NTB Minta Keringan Pajak Hingga Listrik PLN

GIRI MENANG – Pengusaha pariwisata menggelar pertemuan dengan Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi dan Anggota Komisi II Misbach Mulyadi. Membahas perencanaan dan upaya bertahan di tengah dampak Covid-19. ”Kita coba dengar dan kalkulasikan, mana yang sanggup bertahan. Supaya bisa telurkan kebijakan men-support industri pariwisata agar tidak collapse,” kata Mori.

Dijelaskan, pemerintah daerah terus berupaya membantu para pengusaha. Pertama dengan pembebasan biaya daya oleh PLN untuk mengurangi biaya operasional. Kedua, permintaan pembebasan pajak untuk usaha perhotelan. ”Yang terpenting harus cari jalan keluar agar industri ini bisa tetap survive,” katanya.

Meski wacana new normal terus digaungkan, wisatawan masih enggan bepergian. Terlihat dari minimnya jumlah penumpang pesawat meski bandara telah dibuka. Beragam persyaratan kesehatan dan administrasi juga cukup memberatkan. Terlebih kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Untuk itu, ia meminta pengusaha bersiap menghadapi segala kondisi terburuk.

 

”Diskusi ini diharapkan dapat menemukan rumusannya untuk membantu pengusaha sesuai aturan yang berlaku. Tapi tepat sasaran juga,” katanya.

 

Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah terus mencari rumusan stimulasi. ”Teman-teman ini memang wajib dibantu. Karena kalau mereka bangkrut, menjadi masalah baru bagi daerah,” tambahnya.

 

Misbach Mulyadi mengatakan, salah satu cara membangkitkan bisnis pariwisata adalah membentuk pola pikir aman pariwisata. Salah satunya dengan selalu menerapkan protokol Covid-19. ”Toh sejauh ini pemilik hotel juga sudah menerapkan. Kita harapkan Desember sudah ada tamu yang masuk. Merayakan libur panjang natal dan tahun baru,” ujarnya.

 

Ia berharap, pemulihan pariwisata dapat segera terlaksana. Sehingga industri ini kembali menggeliat. Terlebih, menyambut perhelatan MotoGP lombok yang direncanakan tahun depan. ”Semoga Korona cepat berakhir. Karena dari MotoGP ini pasti akan ada lonjakan yang luar biasa terhadap industri pariwisata NTB,” kata dia.

 

Ketua Astindo NTB Awan Aswinabawa, berpendapat, sinergitas dari seluruh pihak juga tetap diperlukan. ”Tak hanya pemerintah daerah dan pengusaha. Masyarakat dan antara pemerintah daerah satu sama lain juga perlu bekerjasama sebagai sektor penunjang pariwisata,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks