alexametrics
Sabtu, 20 Agustus 2022
Sabtu, 20 Agustus 2022

Ada 5.179 Investor Baru Asal NTB Masuk BEI

MATARAM-Jumlah investor di pasar modal Indonesia terus meningkat.  Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI) NTB, hingga 31 Mei 2021 khusus saham sudah 16.311 investor. Padahal pada Desember 2020 jumlahnya masih 11.132 investor. Artinya, dalam lima bulan jumlah investor saham bertambah 5.179 investor. ”Jika ditotal jumlah investor instrument saham, reksadana, dan obligasi sudah mencapai 39.817 orang investor se-NTB,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BEI NTBGusti Bagus Ngurah Putra Sandiana, Rabu (16/6).

Peningkatan jumlah investor disebabkan masifnya penggunaan internet. Dipengaruhi keterbatasan mobilitas dan tren bekerja dari rumah selama pandemi. Tak heran, pasar modal Indonesia saat ini diramaikan oleh investor baru dari kalangan muda atau milenial. Rata-rata berusia 17-35 tahun yang cukup akrab dan aktif memanfaatkan teknologi digital dan informasi. Sebagiannya lagi dari kalangan pelaku usaha yang bisnisnya terimbas Covid-19. Sehingga memilih mengelola keuangannya di pasar modal.

”Terbanyak memanfaatkan investasi saham, kedua investasi reksadana, dan terakhir produk obligasi,” paparnya.

Baca Juga :  Milenial Dominasi Investasi di Pasar Modal, Investor BBRI Terbanyak

Edukasi investasi pun digalakkan secara digital. Juga melalui pengembangan Galeri Investasi Digital. Terbaru, pihaknya menggandeng Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) NTB menyasar investor baru, khususnya generasi muda.

”Kita perbanyak edukasi dengan perubahan strategi yang sebelumnya offline menjadi online,” imbuhnya.

Secara rinci investor saham terbanyak berasal dari Mataram dengan 5.915 investor. Disusul Lombok Timur 2.460, Lombok Barat 1.837, Lombok Tengah dan Lombok Utara masing-masing 1903 dan 248 investor.

Untuk Sumbawa 175 investor, Sumbawa Barat 473, Kota Bima 1.250, dan Dompu sebanyak 480 investor.

Minat berinvestasi yang tinggi di Lombok Timur juga sejalan dengan maraknya kasus korban investasi illegal dengan iming-iming bunga atau keuntungan tinggi namun rendah risiko. Meminimalisir hal ini akhirnya hadir Pojok Komunitas Lumbung Saham oleh Sucor Sekuritas. Sebagai satu-satunya cabang sekuritas resmi di luar Kota Mataram yang didirikan mulai 1 Juni lalu. ”Ini salah satu upaya mengentas investasi bodong di Lotim sekaligus penggencar kegiatan edukasi pasar modal,” kata Rahman Hadi Saputra, ketua Komunitas Lumbung Saham Lombok Timur.

Baca Juga :  Lampaui Target, Penjualan SBR011 di BRI Sentuh Rp 1,5 Triliun

Dipaparkan, cara membeli saham mudah secara online melalui gadget dengan sejumlah dokumen terkait. Mengacu pada aturan BEI, harga saham minimum sebesar Rp 50 rupiah.  Artinya, dengan pembelian 1 lot sama dengan 100 lembar saham, masyarakat hanya membutuhkan modal Rp 5 ribu. Dengan catatan harga saham bervariasi setiap emiten terkait dengan market pasarnya.

”Kegiatan edukasi investasi online dan offline kita harapkan bisa lebih masif menjangkau masyarakat lebih luas. Sehingga mereka tak perlu lagi tertipu investasi bodong,” ucapnya. (eka/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/