alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Moncernya Bisnis Petshop di Mataram, Sebulan Hasilkan Ratusan Juta

MATARAM–Bisnis toko peralatan hewan (petshop) menjadi bisnis yang sedang tumbuh di Mataram. ”Bisnis ini berbekal pada hobi dan kebutuhan hewan peliharaan. Sehingga keberadaannya pasti selalu dicari,” kata Bella Nita Zaremba, pemilik Pipoo Petshop.

Ada berbagai layanan yang bisa ditawarkan. Mulai dari jual beli peliharaan, aneka makanan, peralatan, aksesoris, mainan, salon (grooming), juga penitipan. Dikatakan Bella, grooming menjadi fasilitas utama di petshop miliknya. Pemilik harus melakukan konsultasi lebih dulu, agar grooming bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan hewan.

”Layanan grooming terdiri dari memandikan, bersihkan telinga, dan potong kuku. Ada juga paket grooming premium untuk menutrisi, menghilangkan jamur maupun mengurangi minyak berlebih pada bulu hewan,” jelasnya.

Biasanya dalam sehari ia biasa melayani 20-25 ekor peliharaan untuk grooming. Tarifnya Rp 60.000 – Rp 150.000 untuk kucing dan Rp 100.000 – Rp 150.000 bagi anjing. Bergantung pada ras dan ukurannya. ”Saat awal Korona, hanya ada permintaan 4-5 hewan saja. Saat ini mulai berangsur membaik dengan 11-18 ekor,” ceritanya terkait kondisi saat ini.

Dijelaskan, grooming pada hewan peliharaan tidak bisa asal-asalan. Perlu menjalani kursus sebelum mendapat sertifikasi khusus berstandar Internasional. ”Styling, model potong bulu, merawat hewan itu ada standarnya. Semua karyawan di sini harus melalui training sesuai ketentuan tersebut,” katanya.

Selain dengan fasilitas yang ditawarkan, pihaknya juga rutin adakan promo demi menarik loyalitas pelanggan. Mulai dari promo gajian dan undian smartphone tiap awal bulan. Ada pula promo serbu tiap launching produk, voucher grooming, serta undian tahunan berupa barang eektronik. Juga promo di momen tertentu saat Ramadan, hari kemerdekaan, tahun baru, dan lainnya.

”Promo itulah yang membuat pelanggan makin sering belanja ke sini,” katanya.

Untuk jasa penitipan, pelanggan harus melalui beragam persyaratan. Seperti membawa buku laporan kesehatan kucing, sudah vaksin, serta tidak ada kutu dan jamur. Untuk kucing, Rp 100.000 per hari. Anjing Rp 200.000 – Rp 250.000. Biaya itu sudah termasuk perawatan, kandang, hingga mengajak jalan-jalan.

Omzet bisnisnya hingga ratusan juta setiap bulan. Apalagi resellernya mencakup hingga Bima, Dompu dan Sumbawa. ”Sebenarnya untungnya tipis, tapi omzetnya banyak. Karena harga per item dan aneka perlengkapan hewan memang mahal,” katanya.

Nisrina Ulfawati, salah seorang pengunjung Pipoo Petshop menerangkan dirinya merogoh kocek minimal Rp 1.000.000 setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan ketiga kucingnya.

”Jumlah itu hanya mencakup barang diskon. Untuk barang yang belum didiskon jumlahnya beda lagi,” katanya.

Demi hewan kesayangan, ia tak pernah ragu mengeluarkan uang. ”Punya hewan peliharaan bagaikan tanggung jawab punya anak sendiri. jadi produknya tidak boleh sembarangan,” ujarnya.

Bisnis serupa yang tak kalah menggiurkan adalah jual beli cat pedigree. Istilah bagi hewan bersertifikat dengan silsilah keturunan hingga empat generasi, yang dikeluarkan oleh Indonesia Cat Assosiation (ICA) atau Cat Fanciers’ Association (CFA). Mereka khusus menjual ras Persian dan Exotic.

”Makin sering menang di kontes Cat Show, artinya kucing tersebut makin berkualitas. Harganya juga tentu semakin tinggi,” jelas Bella.

”Anatominya juga harus sesuai standar Internasional,” tambahnya.

Bisa dibilang, kontes-kontes tersebut menjadi ladang investasi hewan peliharaan. Tidak heran, jasa joki untuk melatih dan mendandani kucing maupun anjing kontes bisa jadi profesi menguntungkan. Sayangnya, belum banyak orang yang menggeluti bidang ini.

Sekali kontes, pemilik kucing bisa menghabiskan Rp 8.000.000 – Rp 10.000.000. Serta Rp 10.000.000 – Rp 30.000.000 bagi anjing. Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk jasa joki. ”Ada sekolah khusus Joki. Mereka berperan penting agar kucingnya bisa berkesan di mata juri. Supaya menang dan harganya makin mahal,” ujar wanita berkacamata ini.

Untuk itulah pihaknya mulai menggeluti jasa joki. Dengan penitipan dimulai  minimal 1-3 bulan sebelum kontes. Harganya Rp 3.000.000 per bulan. ”Sebelum cat show, kucing dan anjing harus dititip dulu bersama joki selama minimal sebulan. Sekarang sudah ada dua orang yang pesan untuk jasa ini,” ujarnya. (eka/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks