alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Sepi Pengunjung, Gramedia di Mataram Tetap Beroperasi

MATARAM–Meski sejumlah bidang usaha memilih tutup selama pandemi, Toko Buku Gramedia memilih tetap bertahan. ”Kita tidak pernah tutup, dan juga tidak pernah merumahkan karyawan,” ujar Store Manager Gramedia Lombok Welly Sushandoko, kepada Lombok Post, Kamis (16/7/2020).

Dikatakannya, Gramedia memang masih minim pengunjung. Larangan sekolah secara tatap muka menjadi salah satu faktor. Juga, kondisi ekonomi masyarakat akibat Korona yang belum pulih.

”Biasanya, pengunjung dalam sehari bisa mencapai 400-500 orang. Apalagi di momen tahun ajaran baru. Saat ini justru minim sekali,” katanya.

”Masyarakat tentu lebih mengutamakan kebutuhan primernya. Sehingga kebutuhan sekunder serta tersier seperti ini jadi sektor yang masih dikesampingkan dahulu,” tambahnya.

Dibandingkan Juli 2019, kunjungan pembeli saat ini hanya 30 persennya saja. Menyiasati hal tersebut pihaknya mencoba meminimalisir segala bentuk pengeluaran. Seperti mengurangi operasional lampu toko, lift, hingga penggunaan AC. ”Meski saat ini pengunjung mulai bertambah sejak aturan new normal, tapi kita tetap lakukan cara ini sebagai cara survive,” ujarnya.

Pihaknya juga tidak menutup akses bagi penerbit yang ingin memasarkan bukunya ke Gramedia. Kendalanya justru datang dari pihak percetakan yang masih belum berani membuka jasanya. ”Kalau kita ya terbuka saja. Tapi pihak percetakan kebingungan untuk perputaran arus kasnya bagaimana,” jelasnya.

Selain diskon yang rutin diadakan, Gramedia juga menyediakan layanan pesan antar buku ke rumah konsumen. Melalui  customer service officer (CSO) maupun Instagram Gramedia. Layanan ini gratis khusus wilayah sekitar Kota Mataram. Untuk kabupaten lain akan dikirim melalui ekspedisi. ”Pembayarannya juga bisa via transfer bank, maupun COD atau bayar di tempat saat pesanannya datang,” jelasnya.

Selama Maret pesanan secara online membludak. Namun, seiring penerapan new normal, konsumen lebih memilih datang langsung.

Menurut Ahmad, salah seorang pengunjung yang datang bersama ketiga anaknya, meski saat ini larangan belajar tatap muka dilarang, namun bukan berarti pembelajaran di rumah juga harus terhenti. ”Jadi tetap harus ada buku yang dibaca untuk meningkatkan literasi anak,” katanya. (eka/r9)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks