alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Elpiji di Mataram Sempat Langka, Ini Dia Penyebabnya!

MATARAM-Penyebab langkanya LPG 3 Kg mulai terbongkar. Sales Branch Manager Pertamina NTB Arya Aditya menyebut beberapa faktor.

“Pertama, karena mulai normalnya aktivitas warga di Pulau Lombok. Sehingga kebutuhan akan bahan bakar gas kembali tinggi,” ungkapnya.

Kedua, kata Arya, kondisi pandemi membuat banyak warga kehilangan mata pencahariannya. Sehingga mereka beramai-ramai alih profesi dengan menjual LPG 3 Kg eceran. “Makanya mungkin mereka mencari usaha lain, berjual eceran gas,” jelasnya.

Sementara faktor lain penyebab kelangkaan, sesuai koordinasi dengan dinas perdagangan, Arya mengatakan banyak tabung LPG 3 Kg dimanfaatkan kalangan menengah ke atas. “Misalnya kalau kita ke beberapa rumah makan mewah, banyak yang kita lihat menggunakan LPG bersubsidi ini,” bebernya.

Padahal, untuk usaha dan kalangan masyarakat menengah ke atas, harusnya tidak menggunakan LPG 3 Kg. Mereka harusnya menggunakan bright gas 5,5 KG yang juga sudah disiapkan pihak pertamina untuk usaha dan industri.

“Harusnya masyarakat yang tidak berhak jangan mengambil hak masyarakat miskin. Ada produk subsidi bright gas 5,5 kilo gram, itu bisa dipakai,” pintanya.

Belum lagi untuk usaha industri lainnya seperti peternakan, perkebunan atau yang yang lainnya. Banyak juga yang memanfaatkan gas subsidi yang harusnya diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat miskin.

“Jadi kami ingin menggerakkan dan menyadarkan masyarakat menengah ke atas jangan pakai LPG bersubdi. Karena itu haknya menengah ke bawah. Bisa ditukar dua tabung gas subsidi dengan bright gas yang kami sediakan,” sarannya.

LPG 3 Kg merupakan hak orang miskin. Karena sudah disubsidi pemerintah. Termasuk bagi mereka yang memiliki usaha mikro. “Tolong ditimbang secara pribadi, kami dari Pertamina mengajak masyarakat sadar subsidi. Jagan merampas hak masyarakat miskin,” pintanya.

Rata-rata per hari suplai tabung LPG 3 Kg untuk Pulau Lombok, kata Arya sebanyak 95.000 tabung. Bahkan, sebelum Idul Adha dan setelahnya, Pertamina menambah stok pasokan tabung gas subsidi ini.

“Hari Kamis sebelum Idul Adha, kami tambah pasokan 52 ribu tabung. Kemudian pekan lalu ditambah 48 ribu tabung dan Kamis kemarin (13/8) kami tambah 52 ribu tabung. Jadi totalnya 152 ribu tabung tambahan di luar 95 ribu tabung per hari itu,” jelasnya.

“Jadi, kalau untuk pasokan LPG 3 Kg, stoknya di kami tersedia. Jadi sebenarnya tidak langka,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Barang Pokok dan Penting Disperindag Kota Mataram Sri Wahyunida mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak menyikapi tingginya permintaan LPG 3 Kg. Misalnya dengan TPID Kota Mataram, Hiswana Migas, hingga aparat kepolisian.

“Karena ini kan bukan langka (gas elpiji), kalau langka itu berarti barangnya tidak ada. Tetapi ini barangnya ada, permintaannya yang meningkat,” ungkapnya.

Hasil pantauannya di lapangan, beberapa supermarket hingga pangkalan kecil sudah kehabisan tabung gas. Pangkalan yang biasanya menyediakan 150 tabung dalam tiga hari, ludes dalam hitungan jam. Sehingga pihaknya pun melakukan pengawasan dengan Kanit dari pihak kepolisian terkait pendistribusian LPG 3 Kg ini.

“Ini ada asumsi, gas itu dibawa ke Lombok Timur untuk oven tembako. Tapi kami belum berani menyimpulkan,” akunya.

Disperindag Kota Mataram saat ini melakukan identifikasi kebutuhan rayon. Mereka berkoordinasi dengan bidang terkait. Ia mengumpulkan semua data pangkalan yang mendistribusikan LPG 3 Kg lengkap dengan kuota masing-masing.

“Ada sembilan perusahaan agen yang menyalurkan LPG 3 Kg ini. Mereka memiliki puluhan pangkalan. Ini yang kami minta datanya, dan kami akan turun cek,” jelasnya.

Nida bersama tim mengaku sudah turun memantau langsung ke sejumlah pangkalan. Khusus untuk rayon Mataram memang ada tanda khusus. “Misalnya kalau untuk Kota Mataram itu nanti tutupnya warna putih. Kami melakukan pendataan terkait persoalan ini dan nanti akan turun,” tandasnya. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks