alexametrics
Rabu, 19 Januari 2022
Rabu, 19 Januari 2022

Angin Segar Sektor Bisnis, Sirkuit Mandalika Siap Pakai 

MATARAM-Proses pengaspalan sirkuit MotoGP yang telah rampung memberikan angin segar bagi iklim bisnis. Hal ini diungkapkan Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) Samsul Bahri,  (16/8).

Menurutnya, ini menjadi energi positif baru dan titik balik pertama bagi sektor tersebut. Sebelumnya, mereka merasakan sepinya okupansi sebagai dampak PPKM sejak awal Juli lalu. Rampungnya sirkuit tersebut diharapkan  menjadikan wisatawan domestik semakin antusias berkunjunjung ke NTB.

”Kami mendukung penuh dan senang sekali mendengar kabar baik tersebut,” katanya.

Namun ia menegaskan optimisme ini juga harus dibarengi intervensi pemerintah membantu kebangkitan ekonomi. Bisa dengan pelonggaran PPKM, mempermudah persyaratan kedatangan wissatawan domestik, hingga mempercepat vaksinasi.

Upaya ini menjadi barometer pihaknya mulai mempersiapkan diri menyambut kedatangan wisatawan. ”Ketika sudah ada tanda kesiapan event, maka kita harus siapkan diri. Persiapan akan berat jika kondisi terus dibatasi seperti ini,” jelasnya.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja di kawasan sekitar juga harus mulai dipercepat. Mengingat event pertama World Super Bike juga akan dihelat beberapa bulan lagi. Jika hal ini dilakukan, akan menambah kepercayaan diri pelaku usaha serupa, bersiap menjamu wisatawan. Didukung upaya membentuk kawasan wisata hijau yang digagas Dinas Pariwisata NTB.

Menyambut WSBK juga bisa menjadi pemanasan. Artinya, efektif menjadi tolok ukur kesiapan sektor usaha menyambut MotoGP. ”Jadi kita bisa perbaiki kalau ada kekurangan. Kalau kekurangannya terlalu banyak bisa susah juga nanti kita hadapi MotoGP,” imbuhnya.

Muhammad Ikhsan, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lombok Tengah juga berupaya menarik kunjungan wisatawan ke Mandalika. Salah satunya melalui kesiapan kehadiran desa-desa wisata.

Saat ini sudah ada 52 dari 139 desa dan kelurahan di Lombok Tengah yang ditetapkan sebagai desa wisata. Masing-masing dilatih dan akan menawarkan pesona dan produk unggulannya masing-masing. Rampungnya pembangunan sirkuit jelas jadi angin segar.

”Wisatawan yang mulanya mau nginap sehari, bisa nambah 2-3 hari karena ingin melihat budaya, pesona, dan produk dari masing-masing desa,” jelasnya optimis.

Ia meyakini, pergerakan aktivitas ekonomi kreatif ini akan bermuara pada peningkatan kapasitas ekonomi setempat. ”Karena adanya nilai transaksi rupiah yang semakin besar, okupansi di beragam akomodasi dan transportasi juga mengeliat,” imbuhnya. (eka/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks