alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Minim Anggaran, Rumah Kemasan NTB Sepi Aktivitas

MATARAM–Aktivitas di Balai Kemasan Produk Daerah NTB terlihat sepi. Rupanya, rumah kemasan yang diperuntukkan para pelaku industri kecil menengah di provinsi itu juga ikut terdampak Korona. ”Kegiatan kami sebenarnya banyak. Hanya saja anggarannya dipangkas sejak pandemi. Menyisakan anggaran untuk operasional kantor saja,” ujar Lalu Siswadi Handayani , kepala Balai Kemasan Produk Daerah NTB, kepada Lombok Post, Rabu (16/9/2020).

Meski begitu, pihaknya tetap membuka layanan bagi UMKM yang ingin melakukan produksi. Termasuk bagi yang ingin berkonsultasi mengenai kemasan  produk. Dari segi harga, memang jatuhnya lebih mahal karena mesin cetak yang masih terbatas. Sedangkan untuk cetak di luar, terkendala jumlah minimum order.

Dengan kelemahan dan tampungan keluhan dari para IKM inilah, pihaknya berencana mengajukan kebutuhan dan perbaikan alat untuk anggaran 2021 mendatang. ”Salah satunya adalah pencetak kaleng, untuk para pelaku usaha makanan,” jelasnya.

Sebelum Korona pihaknya bisa menerima 20-40 pesanan kemasan untuk IKM. Kini, keterbatasan peralatan membuat jumlah pesanan menyusut. Ditambah pandemi juga memberikan dampak besar bagi produktivitas para pelaku IKM. Tak heran, kedatangan IKM lebih banyak untuk melakukan konsultasi. Beberapa juga berinisiatif membuat rumah kemasan kecil-kecilan.

”Saya dukung. Ini bagus dan berpotensi menjadikan mereka lebih mandiri. Kami hadir sebagai pembina dan model percontohannya,” ujarnya.

”Jika dibutuhkan, kami akan berinisiatif mendatangkan ahli dengan meggelar pendidikan dan pelatihan. Tak hanya tentang kemasan, namun juga bagaimana strategi pemasarannya,” tambahnya.

Saat ini pihaknya bersama Dinas Perindustrian NTB sedang menyiapkan bantuan kemasan untuk 100 pelaku IKM. Khususnya bagi yang belum berpartisipasi dalam program JPS Gemilang. Kebutuhan kemasan yang bervariasi menjadi seni baru yang harus dipenuhi.

Nur Lailatul Qadaryah, salah satu pelaku usaha Pempek dan Dimsum Mataram mengatakan, selama ini menggunakan kemasan yang dijual di toko-toko plastik berbentuk mika. ”Mungkin nanti, jika produksi sudah banyak baru akan memanfaatkan Rumah Kemasan milik pemerintah,” ujar gadis asal Aikmel, Lombok Timur ini. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

BioSolar Non Subsidi, Solusi Kebutuhan Masyarakat Sumbawa

”Supaya mempermudah pelanggan membedakan jenis produk BBM yang dibeli,” terang Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji melalui rilis yang diterima Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Banyak Manfaat, Petani di Mataram Justru Enggan Terima Kartu Tani

”Ketika daftar, dia berada di titik lahan A dengan luas sekian. Namun, ketika kartu ini keluar, dia sudah mutasi nyewa lahan lain dengan luas berbeda,” jelasnya, Selasa (29/9/2020).

Bisnis Hidroponik, Bantu Perekonomian Warga Kota saat Pandemi

”Mereka bisa jual sendiri, atau bisa juga bermitra dengan kami. Soal pasar, kami yang carikan,” katanya kepada Lombok Post, Rabu (30/9/2020).

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks