alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Industri Kosmetik NTB Lebih Menargetkan Pasar Lokal

MATARAM-Pelaku industri kosmetik lokal masih kurang berminat menyasar pasar luar negeri. Ketua Perhimpunan dan Asosiasi Kosmetika (PPA-Kosmetik) NTB Septia Erianty menuturkan, hingga kini baru ada dua perusahaan kosmetik lokal yang berhasil mengekspor produknya. Mereka adalah produk Organic Lombok miliknya dan Vividerm oleh CV Karya Iwin Insani.

”Baru dua perusahaan ini asli lokal yang sudah ekspor,” tegasnya, Kamis (16/9).

Pada prinsipnya, pasar ekspor merupakan lahan bagus pengusaha melebarkan sayap bisnis. Namun mereka masih terkendala legalitas dan jaminan mutu produk yang harus terverifikasi sebagai syarat ekspor produk ke luar negeri. BPOM saja tak cukup. Banyak regulasi tambahan lain. Misalnya jika menyasar Amerika Serikat, pelaku usaha harus mengantongi MSDS atau LDKB. Sebagai sumber informasi yang sangat penting mengenai sifat-sifat bahaya bahan kimia yang diggunakan olehnya. Beda negara, beda pula syarat yang dibutuhkan.

”Lebih ribet karena kosmetik berbeda dengan produk fashion, aksesori, dan sejenis,” katanya.

Selain itu, ada kendala mahalnya total biaya yang harus dikeluarkan eksportir. Untuk pengiriman sebuah sampel saja mereka harus merogoh kocek jutaan rupiah. Ke Sao Paulo, Brazil, biaya pengiriman sampel mencapai Rp 7 juta, ke Australia Rp 4 juta. Layaknya regulasi tadi, beda negara beda pula tarifnya.

Belum termasuk produk aslinya. Bagi industri yang masih berskala kecil dan lokal kata dia, biaya Rp 4-7 itu tergolong mahal. Mereka lebih memilih mengalokasi biaya tersebut untuk memutar modal produksi. ”Apa iya mereka mau bertaruh buang uang segitu untuk sesuatu yang belum tentu ada orderannya,” paparnya.

Meski pada dasarnya produk lokal sejatinya tak kalah dari produk luar negeri. ”Makanya paling aman ya menargetkan skala lokal saja,” papar Septi.

Windi Dwi Maelani, IKM pemilik produk Puspa Nature mengatakan, legalitas berikut kualitas belum menjadi tumpuan standar untuk menggaet pasar luar. Sehingga pelaku usaha perlu rasional dalam menentukan target pasar mereka.

”Karena persaingan ekspor jauh lebih keras dibanding dalam negeri,” katanya.

Meski demikian, pada dasarnya tak sulit jika IKM mampu mengenali potensi dari target pasar, alias negara tujuan ekspornya. Dengannya mereka dapat lebih mudah masuk dan mengisi peluang di sana. ”Karena produk bagus tanpa pasar yang potensial juga percuma,” imbuhnya. (eka/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks