alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Gunakan Pupuk Hayati, Petani di Praya Untung Besar

PRAYA- Petani di Kecamatan Praya, Lombok Tengah sukses panen padi sehat bebas residu. Panen yang dilakukan menggunakan Combine Harvester menggunakan pupuk hayati dan bio pestisida. Berbasis mikroba sangat dibutuhkan untuk menekan resistensi dan reurgensi hama penyakit.

PT. Prima Agro Tech merupakan perusahaan yang bergerak di bidang biopestisida dan pupuk hayati. Perusahaan ini berdiri pada 2008 di Jakarta dan masuk Pulau Lombok pada 2016. PT Prima Agro Tech pernah sukses menggunakan teknik Hazton dan Salibu.

Di antara sekian produk yang dimiliki,  perusahaan ini memiliki dua produk unggulan yakni Humatop dan Humatpro. Penggunaan pupuk organik ini dinilai ramah lingkungan dan berdampak signifikan terhadap produktivitas hasil pertanian. Panen yang dilakukan di Praya tersebut dinilai sangat memuaskan petani. Terlebih, dengan sistem tanam jajar legowo 3 : 1 hasil panennya mencapai 10 ton lebih.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Ir. Lalu M.Syafriari mengatakan penggunaan pupuk hayati sangat menguntungkan petani. Teknologi berbasis hayati  tersebut dinilai ramah lingkungan. “Tekhnologi berbasis hayati dan bio ini menjadikan lahan pertanian kita lebih subur dengan memanfaatkan microorganism dalam tanah,” ujar Syafriari melalui realeas yang diterima Lombok Post kemarin.

Dikatakan, kadar bahan organik sebagian besar lahan pertanian di NTB di bawah satu. Maka itu, kehadiran tekhnologi hayati/bio oleh PT. Prima Agro Tech dinilai sangat membantu petani termasuk mendukung program pemerintah NTB dalam pengelolaan lingkungan.

Syafriari menjelaskan NTB juga menyambut baik pengembangan varietas baru salah satunya Varietas Trisakti. Hal ini dinilai luar biasa karena bisa meningkatkan produktivitas bagi petani. Artinya, petani yang dalam setahun dua kali menanam, dengan menggunakan varietas Trisakti ini bisa sampai empat kali menanam dalam setahun. “Rasa nasinya pulen, produktivitasnya tinggi sehingga cocok dikembangkan petani kita,” ungkapnya.

Kasi pembenihan & pelindungan tanaman Dinas Pertanian Lombok Tengah Moh. Saleh Yahya mengatakan varietas Trisakti dengan sistem tanam jajar legowo 3.1 sangat menguntungkan petani. Bagaimana tidak, dengan masa tanam pendek sudah terlihat hasil yang signifikan.

Pihaknya menilai penggunaan pupuk hayati/bio ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2019 terkait penggunaan pupuk dan pestisida organik. Dia berharap penggunaan pupuk organik  ini dapat dimaksimalkan untuk keuntungan petani di Lombok Tengah.

Ketua kelompok Bismillah Binaan Kelurahan Renteng Kecamatan Praya H. Saufi mengatakan masa tanam yang pendek membuat petani bisa menanam tiga hingga empat kali dalam satu musim. Penggunaan pupuk organik ini dinilai dapat meminimalisasi penggunaan pupuk subsidi termasuk mengurangi pembiayaan.

Hal serupa dikatakan H. Huri petani di Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Menurutnya penggunaan produk Humatop dan Humatpro sangat menguntungkannya. Bagaimana tidak, selama ini tanaman padinya  yang tidak subur, dengan  menggunakan dua produk tersebut  langsung terlihat hasilnya.  “Sebelumnya padi saya nggak bisa naik tinggi, tapi saat ini Alhamdulillah sudah subur.  Termasuk mengurangi penggunaan pupuk non organik,” paparnya.

Direktur marketing PT. Prima Agro Tech Gunawan Sutio,SP optimistis petani Lombok  sangat senang menggunakan pupuk hayati.  Prima Agro Tech juga memproduksi bioinsektisida/biopestisida yang ramah lingkungan.

Tidak saja di Lombok Tengah, panen serupa juga akan dilakukan di Lombok Timur. Terbukti, dengan mengedepankan penggunaan produk pupuk dan pestisida berbasis hayati/organik, ternyata mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian menjadi lebih tinggi. “Kami sangat mengapresiasi petani Lombok yang mulai menggunakan pupuk hayati dan biopestisida. Bagi yang berminat mendapatkan produk  dan teknik meningkatkan produksi padi /pangan dan horti dapat menghubungi nomor 081806789100,”  ujarnya.

Gunawan menyarankan agar pemakaian pestisida pengendali hama dan penyakit yang berbasis Mikroba sangat dibutuhkan untuk menekan resistensi dan reurgensi hama penyakit. Sekaligus menghasilkan bahan pangan yang lebih sehat dan aman dari residu pestisida.  (Tan)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks