alexametrics
Jumat, 14 Agustus 2020
Jumat, 14 Agustus 2020

Berkah Covid-19, Pebisnis Tanaman Hias Panen Rezeki

MATARAM–Menjalankan bisnis tanaman hias menjadi salah satu usaha yang menjanjikan. Pandemi Covid-19 secara tak langsung membuat usaha ini tumbuh.

”Selama lockdown, banyak orang mencari kesibukan di rumah dengan memelihara tanaman hias,” kata Devi Oktavia, pemilik Green Souvenir Lombok, kepada Lombok Post, kemarin (17/7).

Bisnis ini digeluti bersama ibu dan kakaknya. Dimulai sejak tahun 2017, saat ini ia sudah menjual lebih dari 100 jenis tanaman hias. ”Tumbuhan yang paling banyak digemari adalah kaktus mini, monstera, dan kaktus koboi,” katanya.

Dia coba menghadirkan beragam paket untuk konsumen. Seperti, satu paket berisi sepuluh jenis kaktus mini berbeda. Harga satuannya hanya Rp 10.000 saja.  Tidak heran, setiap hari ada saja pengunjung datang ke rumah yang berada di kawasan Jalan Langko ini.

”Kalau beli eceran, satu pot harganya Rp 12.000. Itulah mengapa paket kaktus mini selalu diiserbu pembeli. Sehari saja bisa laku 10-12 paket,” ujarnya.

Tak hanya untuk mempercantik spot-spot di dalam rumah. Tanaman hias juga bisa dijadikan souvenir pernikahan. ”Karena souvenir tanaman hias merupakan item baru dan unik saat acara pernikahan,” katanya.

Tanaman termahal dijual seharga Rp 1,3 juta. Yakni Monstera Variegata. Ukurannya yang kecil nyatanya tetap bisa menarik minat para pecinta tanaman hias. ”Satu pohon hanya ada dua daun kecil. tapi, tetap ada saja penghobi yang mau membeli tanaman mahal. Terutama dari kalangan ibu-ibu,” katanya.

Modal awalnya Rp 500.000. Kini ia bisa meraup untung Rp 8.000.000 hingga Rp 10.000.000 perbulan. Banyaknya pebisnis serupa justru membuat pihaknya lebih santai menerima pesanan. ”Santai, tapi penghasilan tetap stabil,” ujar wanita berjilbab ini.

Menjalani bisnis tanaman hias, kata dia, bukan berarti tidak ada kendala yang dialami. Tanaman yang dikirim dari luar kota, bisa saja rusak bahkan mati di perjalanan ekspedisi.  Juga, perawatan yang harus dilakukan untuk masing-masing tanaman pun berbeda-beda.

”Kalau rusak, tidak bisa dijual. Kalau salah cara perawatannya, tumbuhnya jadi tidak menarik. Karena harga bergantung pada kecantikan tanaman itu sendiri,” jelasnya.

Sophia Endrawan, salah satu pecinta tanaman hias membenarkan Korona membuat dirinya bisa kembali menggeluti hobinya. ”Dari dulu memang suka melihat aneka tanaman. Tapi kesibukan membuat saya jarang merawatnya. Saat ini sedikit demi sedikit mulai kembali mengoleksi di rumah,” ceritanya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks