alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Tak Terawat, Pedagang Mutiara Minta MCC Sekarbela Direvitalisasi

MATARAM– Sudah lama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mewacanakan revitalisasi Mataram Craft Center (MCC) di Sekarbela. Namun hingga kini, belum ada realisasi dari ide menghidupkan kawasan tersebut.

Padahal hal itu sepenuhnya didukung para pedagang di sana. Mereka berharap, revitalisasi bisa berdampak positif.

”Karena lokasi juga berpengaruh bagi aktivitas penjualan. Kalau lokasinya diperbagus, Insya Allah bisa menarik pembeli hingga bisa menaikkan omzet kami,” kata Wiwik, pemilik toko emas dan desain mutiara Wiwik, Jumat (14/8/2020).

Pantauan Lombok Post siang kemarin, di lantai atas bangunan MCC banyak kios yang kosong. Ditambah tumpukan sampah di lorong membuatnya tampak seperti bangunan tak terawat menjurus angker. Sejumlah tunawisma pun tampak tidur di lokasi tersebut.

Ia menjelaskan, sebelumnya banyak pedagang mutiara yang juga berjualan di sana. Namun pembeli enggan naik ke atas sehingga penjual banyak yang gulung tikar. ”Di bawah jual mutiara, di atas juga. Tentu pembeli memilih untuk berbelanja di bawah saja karena aksesnya yang lebih mudah. Toh komoditas yang dijual sama saja,” terangnya.

Berkaca dari pengalaman tersebut, menurutnya perlu ada variasi baru yang hadir untuk menghidupkan kembali kawasan itu nantinya. Ia pun tak keberatan dengan konsep pemkot yang mengusung MCC sebagai objek pariwisata dengan pendekatan hiburan dan edukasi.

”Sektor pariwisata luas, jadi bisa kita variasikan. Misal, di bawah khusus penjual mutiara. Di atas bisa diisi para penjual suvenir, baju, atau produk lain yang tak lepas dengan motif atau nuansa mutiara dan sejenisnya,” sarannya.

Wanita perantau asal Jawa ini optimis , upaya revitalisasi bisa menghidupkan kembali perekonomian yang kini terdampak Korona. ”Dari sepuluh toko yang tersedia di lantai satu, baru terisi tiga saja selama Korona. Karena itu kami harap tindakan pemkot ini bisa membantu kami,” ujarnya.

Atiek, karyawan toko mutiara Hajjah Ririn MCC juga menyambut baik rencana revitalisasi tersebut. Menurutnya, jika kawasan ini dipenuhi dengan aneka produk, didukung lokasi yang menarik, tentu akan berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung.

”Kawasan penjual mutiara itu, makin banyak saingannya maka makin banyak pula pembeli yang penasaran mengunjunginya. Karena banyak varian yang bisa dipilih dari sejumlah toko yang beroperasi,” katanya.

Ditambahkan, jika nantinya revitalisasi sudah rampung, pemkot bisa bertindak tegas pada PKL yang biasa berjualan di pinggir jalan sekitar MCC. ”Saat malam, lokasi ini berubah jadi pasar dadakan. Ada yang jual makanan, odong-odong dan lainnya,” ujarnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

15 Ribu Suara Partai Non Parlemen Siap Dukung MUDA

"Kami berterima kasih atas dukungan tiga partai ini kepada kami," ujar HL Makmur Said memberikan apresiasi.

Bale Honda, Permudah Konsumen Servis dari Kantor

”Harapannya melalui aktivitas ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat agar tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan dari kendaraan pribadinya,” ujar Technical Service Sub Dept Head Astra Motor NTB Anton Prihatno.

Selain Pro-KES, MUDA Tawarkan Program Mataram Mudah

Berhasil menarik simpatik masyarakat dengan program Kartu Pro-KES, pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda (MUDA) kembali menawarkan program menarik. Pasangan ini memawarkan program Mataram MUDAH yang berkaitan dengan reformasi pelayanan birokrasi di Pemkot Mataram.

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks