Selasa, 31 Januari 2023
Selasa, 31 Januari 2023

Wajib Pajak Harus Validasi NIK-NPWP

MATARAM-Wajib Pajak (WP) orang pribadi diimbau segera melakukan Pemadanan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan Lapor SPT. Hal ini disampaikan Kantor Wilayah Direktorat  Jenderal Pajak Nusa Tenggara (Kanwil DJP Nusra). ”Sesuai dengan PMK-112/PMK.03/2022 sejak tanggal 14 Juli 2022 Nomor Induk Kependudukan (NIK) digunakan sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Mulai 1 Januari 2024 seluruh layanan administrasi perpajakan dan layanan lain yang membutuhkan NPWP sudah menggunakan NPWP dengan format baru 16 digit sesuai NIK,” kata Kakanwil DJP Nusra Syamsinar.

Pengintegrasian telah dimulai sejak 2022 dan baru tercapai 457.959 atau 28,69 persen wajib pajak yang NIK sudah menjadi nomor NPWP. Masih ada 1,13 juta orang wajib pajak di Nusa Tenggara yang belum melakukan pengintegrasian NIK ke NPWP. Menurutnya sebelum WP melaporkan SPT sebaiknya terlebih dahulu melakukan validasi NIK-NPWP.

Baca Juga :  Pemda Diminta Manfaatkan Sisa APBD untuk Pemberdayaan UMKM

Ada konsekuensi tersendiri yang bakal didapat wajib pajak tidak melakukan pemadanan data NIK ini. Di antaranya bisa kesulitan mengakses seluruh layanan pajak secara online. Makanya validasi ini malah bisa memudahkan akses untuk ke layanan digital pajak. ”Agar wajib pajak dapat menikmati kenyamanan akses terhadap semua layanan pada laman djponline.pajak.go.id,” ujarnya.

”Kami selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan wajib pajak,” terangnya. (nur/r9)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications OK No thanks