alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Peringkat 29, IPM NTB Belum Beranjak dari Papan Bawah

MATARAM-Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB belum beranjak dari peringkat 29 dari 34 provinsi di Indonesia. Peringkat  sama seperti tahun 2018 lalu. NTB masih menghuni papan bawah klasemen bersama NTT, Papua, Papua Barat, Kalimantan Barat dan Sulawesi Barat.

 

Meski demikian kabar baiknya adalah angka IPM NTB sedikit membaik dari 67,30 di 2018, menjadi 68,14 di 2019.

“NTB bahkan menjadi provinsi tercepat ke lima, untuk pertumbuhan IPM di Indonesia,” kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) NTB I Gusti Lanang Putra, kemarin (17/2).

 

Dengan catatan ini NTB masih berada pada kategori IPM sedang. Dengan laju pertumbuhan 1,25 persen.

“Semua komponen pembentukan IPM mengalami peningkatan,” ujarnya.

Baca Juga :  Jabar - NTB Jalin Kerja Sama di Sejumlah Sektor

Tiga komponen itu terdiri dari dimensi kesehatan, pendidikan hingga hidup layak. Ketiga komponen tersebut menjadi penyokong utama pertumbuhan IPM. Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat menjadi 66,28 tahun.

“Indikator ini meningkat 0,41 poin, jika dibandingkan 2018 yang mencapai 65,55 tahun,” ucapnya.

Selain UHH, Harapan Lama Sekolah (HLS) menjadi komponen kedua yang mengalami peningkatan. Yakni, meningkat 13,48 tahun atau meningkat 0,01 poin dibandingkan 2018. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) meningkat menjadi 7,27 tahun. Nilai ini meningkat 0,24 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran per kapita per tahun bertambah menjadi Rp 10,64 juta per orang/tahun.

“Indikator ini meningkat Rp 356 ribu dibandingkan 2018,” jawabnya.

Baca Juga :  Masyarakat Kini bisa Tukar Uang Rusak atau Cacat via Aplikasi

Di NTB, pertumbuhan IPM tertinggi masih diduduki Kota Mataram dengan IPM 79,10 disusul Kota Bima dengan angka 75,80. Dua kota ini melampaui IPM Nasional yang bertengger di angka 71,92. Sementara IPM terbawah di NTB diduduki Lombok Utara dengan angka 64,49 dan Lotim 66,36.

IPM menjadi indikator penting untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang. Adapun ada dua aspek yang dilihat, untuk menentukan indikator tersebut. Yakni, aspek kecepatan dan status pencapaian.

Menurut Lanang, guna mempercepat perningkatan IPM di tahun ini. Ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam meningkatan IPM. Yakni, meningkatkan dimensi umur panjang dan hidup sehat, dimensi standar hidup layak. Serta dimensi pendidikan. (tea/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/