alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Banyak Kampus Wisuda Online, Sejumlah Usaha di Mataram Terpuruk

MATARAM–Pandemi Virus Korona membuat sejumlah sekolah hingga universitas di NTB memutuskan menggelar wisuda secara online. Hal tersebut ternyata berdampak buruk bagi sejumlah usaha turunannya.

 

Seperti salon dan make up artist (MUA), studio foto, hingga penyewaan jas dan kebaya. ”Sejak Virus Korona merebak, permintaan foto studio mulai sepi. Ditambah momen wisuda yang digelar online, makin mematikan bisnis ini,” ujar Helmy Gufron, pemilik Studio Photo 13.

 

Tahun-tahun sebelumnya, pihaknya mampu menerima hingga lebih dari 10 permintaan foto studio para wisudawan. Jumlah tersebut belum ditambah jadwal foto wedding dan pre wedding, pas foto, serta beragam momen penting para konsumennya. ”Sekarang justru tidak ada momen penting apapun karena aktifitas hanya dilakukan di rumah saja. Bahkan wisuda saja dilakukan di rumah,” keluhnya.

 

Kini, ia memilih untuk menutup sementara usaha studio foto miliknya. ”Sejak pemerintah mengeluarkan imbauan untuk di rumah saja, kami langsung menutup studio. Lagipula kondisi pasar juga sedang sepi,” jelasnya.

 

Rencananya, studio foto miliknya baru akan dibuka kembali jika seluruh aktifitas sudah kembali normal. ”Kita masih tunggu situasi dan kondisi,” katanya.

 

MUA Nadya Nisrina Hidayat juga mengeluhkan hal yang sama. Dikatakan, hampir seluruh konsumennya membatalkan jadwal makeup akibat wisuda online. ”Saya sudah terima booking make up wisuda untuk 25 orang sejak Februari lalu. Tapi semuanya minta batal. Hanya tersisa 2-3 orang saja untuk make up standar,” ujarnya.

 

Dikatakan, sejauh ini ia hanya menerima jasa makeup untuk acara akad nikah. Untuk itu, ia memanfaatkan masa libur dengan mendekor dan membuat kerajinan untuk seserahan.

 

”Manfaatkan untuk membuat ini itu, supaya tetap ada pemasukan,” ujar wanita pemilik Salon Dynasti Sejahtera ini.

 

Pantauan Koran ini, jasa sewa baju kebaya wisuda juga sepi konsumen. ”Sempat banyak sekali pesanan baju sewa dan jahitan untuk wisuda tahun ini. Dalam sehari bisa ada tiga permintaan jahit dan minimal dua permintaan sewa. Tapi sekarang batal semua,” keluh Ni Putu Chandra Ayu Arhania, pemilik Citra Kebaya Lombok.

 

Pembatalan tersebut, kata Citra, membuatnua rugi besar. Karena sebagian besar kain sudah dibeli, ada yang sudah dijahit dan ada juga yang sudah jadi baju serta bawahannya . Baju sewaan juga sudah disiapkan sesuai model yang diminta. ”Untuk yang sewa, dp-nya akan kami kembalikan 50 persen. Sedangkan permintaan jahit, tidak bisa dibatalkan alias bajunya tetap akan dibuat dan pembayaran sesuai yang ditentukan. Kasihan juga di konsumennya,” katanya.

 

Meski begitu, peraturan pemerintah untuk mewajibkan penggunaan masker membawa angina segar bagi usahanya. Ia mulai memproduksi masker kain dengan payet untuk menambah variasi penjualan. ”Banyak yang tertarik. Terutama untuk dipakai sekeluarga calon pengantin akad maupun untuk sembahyangan,” tutupnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks