alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Modal Rp 250 Ribu, Omzet Penjual Bomboloni Tembus Puluhan Juta

MATARAM–Usaha kuliner dengan modal kecil ternyata bisa menghasilkan keuntungan yang menggiurkan. Salah satu yang menggelutinya adalah Siti Zayana, mahasiswa Universitas Mataram yang mencoba mengkreasikan donat bomboloni. Ini adalah varian donat yang diisi coklat, green tea, maupun tiramisu.

”Modalnya pun hanya Rp 250.000 patungan berdua,” ujarnya.

Harga murah meriah dengan isian penuh menjadi daya tarik kreasinya. Sekotak berisi delapan donat dengan harga Rp 15.000. Awalnya, ia hanya menjual di kawasan Masbagik, Lombok Timur. Ternyata antusias pembeli makin bertambah. Kini, dengan waktu yang relatif singkat, kreasinya sudah terjual ke berbagai penjuru Lombok hingga Sumbawa.

”Harga menjadi poin utama, pada masa Korona, agak susah menawarkan harga mahal ke masyarakat. Mereka akan lebih memilih produk mana yang harganya lebih murah dengan rasa yang mahal,” ujar gadis yang akrab disapa Yana ini.

Sebanyak 50 kotak bisa terjual dalam sehari. Ia pun membatasi jumlah pesanan dan belum berani menggaet reseller, mengingat keterbatasan tenaga kerja. Jika pembeli membludak, akan dipindah ke slot esok harinya. Pengantaran sekitar Mataram dikenakan ongkir Rp 5.000 saja. Serta Rp 10.000 – Rp 15.000 untuk kabupaten lainnya.

Dalam sebulan, ia bisa mengantongi puluhan juta rupiah. Pelanggannya sebagain besar berasal dari kalangan instansi dan segelintir mahasiswa. ”Dengannya saya bisa membantu membuka lapangan kerja dengan  mengajak teman sebagai karyawan tetap. Juga, tetap berpenghasilan meski dalam momen Korona,” katanya.

Menurutnya, marketing digital juga menjadi kunci kesuksesan usahanya. Ragam konten berupa video, foto, dan editan menggelitik ampuh menjadi daya tarik. ”Saya yang buat konten, pacar saya yang memvisualisasikan. Editnya pun hanya menggunakan handphone,” ujarnya.

Nur Lailatul Qadariyah, salah satu pelanggan mengatakan, produk ini memang sangat hits di media sosial. ”Sejak Korona, memang banyak bermunculan pedagang dadakan. Tentu usaha  ini perlu diapresiasi,” imbuhnya. (eka/r9)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks