alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Eksportir Cabai Mengeluh Mahalnya Ongkos Kargo

MATARAM-Eksportir cabai asal NTB mengeluhkan ongkos kargo pengiriman barang ke beberapa daerah yang mahal. Akibatnya, komoditas hasil pertanian NTB, menjadi sulit bersaing, hingga mengalami kerugian. ”Biasanya ongkos kargo Rp 11 ribu, tapi sejak akhir 2018 lalu naik hingga Rp 20 ribuan. Kami rugi, kalau begini terus,” kata Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia Wilayah NTB H Subhan, kemarin (9/1).

”Kalau terus-terusan seperti ini, harga jual kami ke beberapa daerah akan kalah saing dengan komoditas lokal disana. Dan akhirnya merugi,” ujarnya lagi.

Anggota Asosiasi Petani Cabai Indonesia Wilayah NTB Bisri berharap permasalahan ini bisa mendapat titik temu. Sehingga, para petani cabai tidak lagi menjerit, karena merugi. ”Semoga permasalahan ini bisa selesai,” harapnya.

Menanggapi keluh kesah para petani cabai NTB, Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani mengatakan, akan mengambil sikap tegas. Yakni dengan memutus mata rantai mafia perdagangan cabai, yang selama ini membohongi petani-petani asal NTB. ”Ternyata mereka  mengirim komoditasnya keluar daerah, seperti Batam, Pangkal Pinang. Saat sampai disana, cabai-cabai milik NTB ini malah dikirim lagi ke luar negeri, dan selama ini kita merasa kecolongan,” katanya prihatin.

Selly berjanji, bersama tim akan memutus mafia perdagangan cabai tersebut dengan melakukan ekspor ke luar negeri langsung. Tidak melalui perantara daerah, melainkan dikirim langsung melalui Bandara Internasional Lombok (BIL). ”Saya akan carikan buyer di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan negara lainnya untuk membeli cabai-cabai milik petani NTB. Tak hanya itu, kami juga memfasilitasi hal ini melalui Kementerian Perdagangan melalui bidang luar negeri,” ujarnya.

Yang disesalkannya, cabai NTB yang dijual kembali tanpa memberi kejelasan dan informasi kepada para eksportir cabai asal NTB. ”Kita harus membuat petani NTB sejahtera, bukannya malah miskin,” tuturnya.

Dia menilai, komoditas yang satu ini punya daya tarik untuk di ekspor ke sejumlah negara. ”NTB sudah memiliki kargo untuk eskpor, salah satunya melalui Garud,” tandasnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks