alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Tips, Memilih Saham Cantik di Tahun Politik

MATARAM-Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi kini tengah menanti takdir jelang pencoblosan dalam dua bulan kedepan. Pilpres 2019 ini diperkirakan akan memberikan pengaruh besar pada pasar modal.  Beberapa saham yang beredar diperkirakan memiliki peluang yang sangat menguntungkan. ”Jelang pilpres, beberapa saham berpeluang naik, tapi peningkatannya tidak terlalu signifikan,” kata Representative Officer PT Indo Premier Sekuritas Selamet Riadi pada Lombok Post, kemarin (19/2).

Meskipun tidak meningkat signifikan, Riadi memprediksi akan ada beberapa sektor yang meningkat jelang pemilu. Diantaranya, sektor properti, sektor konsumer, sektor konstruksi, sektor perbankan, hingga sektor pertambangan. ”Kelima sektor itu akan menguat,” jelasnya.

Stabilnya inflasi Indonesia, rupiah yang menguat, hingga suku bunga yang tidak naik, menjadi faktor meningkatnya nilai saham jelang pemilu. ”Selain lima sektor tadi, ada 45 saham terbaik yang tergabung di indeks LQ45 yang patut dicoba. Anda juga bisa menanamkan saham di 45 perusahaan tersebut,” sarannya.

Dia menilai, indeks LQ45 ini memiliki likuiditas fundamental yang bagus untuk menjadi sasaran para investor. Mengingat, 45 perusahaan ternama ini punya peran dan prospek yang bagus. Contohnya, ada PT Bank Negara Indoensia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Gudang Garam Tbk, dan masih banyak lagi. ”Karena 45 perusahaan ini tergabung ke dalam 45 perusahaan dengan saham terbaik,” tuturnya.

Untuk biaya transaksi jual beli di dalam saham, nasabah bisa melakukan transaksi minimal 1 lot (bernilai 100 lembar). ”Untuk menanam modal minimal 1 lot, dan kita sudah bisa memiliki perusahaan itu. Namun untuk kepemilikannya hanya 0,0000000000 sekian persen,” jawabnya.

Yang perlu diperhatikan, para nasabah harus pintar-pintar mencari jenis saham apa yang sedang tren di tahun ini. ”Jangan cari saham yang nilainya turun, nasabah harus bisa mencari tren apa yang sedang naik daun,” tandasnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks