alexametrics
Minggu, 20 Juni 2021
Minggu, 20 Juni 2021

UMKM Diyakini Mampu Selamatkan Perekonomian Nasional

MATARAM-Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki meyakini UMKM bisa terus survive di masa pandemi covid. Memiliki kemampuan untuk bangkit dari keterpurukan. ”UMKM kita punya daya tahan luar biasa dan bisa menyelamatkan perekonomian nasional,” kata Teten, beberapa waktu lalu.

Keyakinan Teten dibuktikan dengan data dari Badan Pusat Statistik yang dirilis 2020 lalu. Dari 64 juta pelaku UMKM, yang terpaksa harus tutup karena berbagai faktor, bukan saja akibat pandemi covid, sekitar500 ribu UMKM. Sementara sekitar 30 juta pelaku UMKM lainnya mengalami penurunan omzet.

Meski begitu, perlahan namun pasti, sebagian besar pelaku UMKM beradaptasi dalam menghadapi pandemi. Salah satunya dengan melakukan inovasi produk. Selain itu, kata Teten, ada juga dukungan dari pemerintah. Seperti restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi listrik, hingga hibah modal kerja.

”Dengan daya beli masyarakat yang terbatas, UMKM beradaptasi mengubah produknya. Misalnya homecare, makanan, kesehatan. Ini luar biasa,” ujar Teten dalam diskusi virtual UMKM Bangkit Mendukung Pariwisata.

Pelaku UMKM juga secara masif beralih dan bertransformasi digital dalam setiap kegiatan dagangnya. Artinya, aktivitas perdagangan yang dilakukan saat ini dengan memanfaatkan ruang digital, tidak hanya mengandalkan media konvensional saja.

Tahun lalu, sebanyak 4 juta UMKM telah beralih menggunakan medium digital. Untuk aktivitas perdagangan secara elektronik (daring). Banyak dari pelaku UMKM, lebih memilih menjajakan produknya melalui pasar digital yang dimiliki banyak aplikasi penjualan daring.

”Total yang sudah beralih ke platform digital itu sudah mencapai 12 juta UMKM,” jelasnya.

Pelaku UMKM yang berhasil melakukan dua hal tersebut, katanya, diyakini akan memiliki peningkatan penghasilan. Sebab, dari data penjualan secara daring meningkat tajam mencapai 26 persen dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya. “Yang berhasil melakukan transformasi ke digital, penjualan tahun lalu naik 26 persen,” kata Menteri Teten.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) M Ikhsan Ingratubun mengatakan, cepatnya sektor UMKM bangkit dari keterpurukkan akibat pandemi berkat serangkaian kebijakan dan stimulus yang tepat. Yang diberikan pemerintah

”Ada beberapa yang berdampak langsung, itu saya kira sudah sangat baik,” ujarnya.

Misalnya, kebijakan hibah dengan menyalurkan bantuan senilai Rp 2,4 juta kepada UMKM yang terdampak. Nilai tersebut dapat membuat para pelaku UMKM tetap bertahan melakukan kegiatan perdagangan di tengah gempuran covid.

Kebijakan ini membuktikan pemerintah tetap peduli dengan eksistensi pelaku UMKM di masa pandemi. Langkah ini, kata Ikhsan, menyulut semangat UMKM untuk tetap bertahan dan tumbuh.

”Kita bersyukur pemerintah masih tetap memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM,” imbuhnya.

Kebijakan penundaan pembayaran utang dari fasilitas peminjaman keuangan bank untuk pelaku UMKM, juga diapresiasi Ikhsan. Upaya ini terbukti efektif membuat pelaku UMKM tetap bertahan selama menghadapi wabah ini.

Tercatat, kebijakan yang berjalan semenjak Maret 2020 ini telah berdampak positif bagi pelaku UMKM dalam negeri. ”Utang dari bank ditunda, malah diberikan diskon 50 persen.Ini kebijakan yang bagus,” imbuhnya.

Selanjutnya kebijakan yang berkaitan dengan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro. Yang saat ini masih dijalankan pemerintah. Langkah ini dikatakannya memberi kelonggaran bagi pelaku UMKM yang berada di zona aman untuk tetap melakukan kegiatan perdagangan.

”Pemerintah mulai mengubah konsep dari PSBB ke PPKM mikro. Ini membuat suasana para pelaku UMKM semakin kondusif,” katanya.

Kemudian program vaksinasi massal yang gencar dilakukan pemerintah. Kebijakan ini bakal mendorong masyarakat perlahan-lahan kembali melakukan aktivitas. Dengan pulihnya kondisi seperti semula, diproyeksikan pelaku UMKM dapat sepenuhnya kembali melakukan kegiatan produktif.

”Vaksin membuat orang semakin percaya diri untuk keluar rumah dan melakukan kegiatan seperti biasa,” pungkas Ikhsan. (dit)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks