alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Jelang Hari Raya, Banyak Warga Mataram Tebus Barang di Pegadaian

MATARAM-Jelang Idul Fitri, terjadi peningkatan aktivitas tebus barang pada sejumlah pegadaian. ”Peningkatannya cukup signifikan. Yakni setoran tebusan bisa mencapai hingga Rp 500 juta,” kata Kepala Cabang Pegadaian kota Mataram Junaidi, Selasa (19/5).

Dalam satu hari ada ratusan nasabah melakukan tebus. Ia menjelaskan, tahun ini lebih meningkat untuk tebusannya. ”Untuk yang gadai justru terjadi peningkatan sampai dengan pertengahan April,” ucapnya.

Karena meningkatnya permintaan tebus, pihaknya membatasi kelebihan saldo di pegadaian. Nasabah diarahkan juga melalui pegadain digital yang dimiliki pegadaian. Ada beberapa jenis barang yang ditebus, yakni perhiasan, kendaraan, hingga alat elektronik.

”Karena mau digunakan ketika lebaran,” ucapnya.

Ia menilai, pandemi yang masih berlangsung menjelang hari raya Lebaran akan sangat memengaruhi tren penebusan dan lelang dari objek-objek gadai. Kedua aktivitas tersebut biasanya ramai terjadi menjelang mudik dan lebaran.  Pola penebusan yang masih terjadi jelang lebaran menunjukkan adanya kelebihan likuiditas dana sejumlah nasabah.

”Jadi bukan banyak yang mengadaikan, melainkan justru banyak  yang menebus,” jelasnya.

Pegadaian Dukung Penanganan Covid-19

Sementara itu, PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan menyalurkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD), wastafel, dan sembako. ”Pemberian bantuan sebagai salah satu wujud komitmen perseroan memberikan dukungan menanggulangi Pandemi Covid-19,” kata Kepala Departement Produk Gadai PT Pegadaian (Persero) Area Ampenan Agus Sapto Joko Priyono, Selasa (19/5).

Ia mengatakan penyaluran bantuan langsung diberikan kepada yang membutuhkan. Penyerahan bantuan dilakukan di pasar, puskesmas, dan panti asuhan. ”Ini merupakan tanggung jawab bersama untuk bisa bahu membahu menangani, mencegah, dan memutus mata rantai Virus Korona di NTB,” jelasnya.

Pembagian sepuluh wastafel tiga sisi diletakkan di pasar-pasar tradisional. Diantaranya Pasar Pancor, Pringgabaya, Renteng, Kediri, Gerung, Narmada, Cakranegara, ACC, Kebon Roek, dan Pasar Tanjung.

 Pembagian 468 sembako diserahkan melalui Yayasan Panti Asuhan NU Assima Darul Falah, Panti Asuhan Yatim Piatu Al-Hidayah, Panti Asuhan Al-Halimi, dan penyerahan bersama Korem Wirabakti 162 di Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata. Pegadaian juga berpartisipasi dalam Satgas BUMN se-NTB untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. ”Total seluruh sumbangan tersebut yaitu senilai Rp 241,71 juta,” ujarnya.

Kepala Departemen Produk Non Gadai Pegadaian Area Ampenan Arif Fanany mengatakan penyaluran bantuan dari Pegadaian Area Ampenan ini dilakukan sejak April. ”Bantuan ini disalurkan oleh beberapa tim untuk bisa langsung menyasar ke kabupaten kota tujuan penyerahan bantuan,” kata dia. (tea/nur/r9)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks