alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Penanaman dan Survei Serentak The BEST of Lombok Tahap I

TANJUNG–Dirut ALIF Property & Land/Dirut PT Ekonomi Biru Lombok Lutvi Rahman mengatakan, pihaknya berkomitmen memaksimalkan potensi yang dimiliki Bayan. Salah satunya di bidang agroproperti yang diberi nama The BEST of Lombok (TBL).

Kata “BEST” sendiri merupakan kepanjangan dari “Blue Economy Sea Tropical”. Merupakan konsep membangunan terbaru yang mengandalkan sumber daya alam, berdasarkan pada tiga pilar terintegrasi yaitu ekosistem, ekonomi dan sosial. Tujuan blue economy adalah bagaimana pengelolahan sumber daya alam secara efisien, tidak ada lagi limbah, memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga ekosistem.

INVESTASI MENJANJIKAN
INVESTASI MENJANJIKAN : Direktur of Finance ALIF Property and Land Syarif Hidayat memberikan sambutan saat acara penanaman dan survei serentak The Best of Lombok tahap I, Minggu (17/11) kemarin.

ALIF Property and Land ingin membangkitkan kembali geliat pembangunan Kabupaten Lombok Utara (KLU) khususnya kawasan Bayan. Musibah gempa pada Agustus 2018 silam yang menerjang wilayah ini telah mengundang keprihatinan banyak pihak.

“Dari tiga project serupa yang telah kami kembangkan di daerah lain di Indonesia, ini lah (The Best of Lombok) yang paling bagus, best view, best location, best passive income” kata Lutvi di sela-sela acara penanaman dan survei serentak The BEST of Lombok tahap I, Minggu (17/11) kemarin.

Acara ini juga dihadiri Mustafa DEBU sebagai Brand Ambasador The BEST of Lombok, Ahli Pertanian, Direktur Plan & Farm Alif Property & Land Ahmad Fauzi, dan Joko Bagus Teguh Prabowo selaku pengawas perikanan bidang budidaya ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Turut hadir Hasan Asari, ahli lebah trigona dari Makasar dan owner Lumbung Hasanah serta Kadispar KLU Vidi Ekakusuma.

TALKSHOW
TALKSHOW: Mustofa DEBU sebagai Brand Ambasador The BEST of Lombok (paling kanan), Ahli Pertanian, Direktur Plan & Farm Alif Property & Land Ahmad Fauzi, Dirut ALIF Property & Land/Dirut PT Ekonomi Biru Lombok Lutvi Rahman S (tengah), Joko Bagus Teguh Prabowo selaku pengawas perikanan bidang budidaya ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Hasan, ahli lebah trigona dari Makasar dan owner Lumbung Hasanah menjadi narasumber dalam talkshow edukasi investasi di bidang agroproperti, Minggu (17/11).

Lutvi mengungkapkan jika Bayan memiliki potensi alam yang cukup besar, mulai dari perkebunan, peternakan, wisata alam hingga wisata bahari yang harus terus dioptimalkan. TBL pun ingin menjadi destinasi one stop service di sektor pariwisata halal “muslim friendly tourism”.

“Ada wisata alam, ada pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan kelautan sebagai modal agrowisata, ekowisata dan eduwisata,” ujarnya.

TBL pun akan mengembangkan wisata bahari, wisata religi dan budaya. Wisata religi diwujudkan dengan membangun pesantren Yatim Dhuafa, bertujuan membentuk santri yang berakhlak dan mandiri sebagai agro preneur.

Wisata budaya diwujudkan salah satunya dengan memproduksi songket Bayan. Selain itu ada spot wisata durian Lombok yang menyediakan jenis-jenis durian Lombok unggulan tingkat nasional. “Tentunya, kedepan lokasi ini memerlukan akomodasi, hospitality serta berjalannya konsep community based tourism (CBT) dan perekonomian kreatif di dalam kawasan ini,” imbuhnya.

Dia berharap setelah tumbuhnya usaha lahan perkebunan, peternakan dan budidaya tiram mutiara, bisa dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan sektor usaha lainnya di kawasan TBL seluas 45 hektare ini. Para pemilik asset perkebunan akan menikmati passive income lebih besar lagi selain dari perkebunan dan budidaya mutiara.

“Insya Allah akan terus kami kembangkan menjadi konsep usaha berjamaah dan TBL siap menjadi the best passive income,” ungkapnya.

Lutvi menyebut dari 100 unit lahan kebun yang dibuka di TBL, 75 persen merupakan milik masyarakan lokal disekitar pulau Lombok. Diharapkan pihaknya bisa terus mengembangkan TBL berbekal dukungan dari berbagai pihak.

TAMU UNDANGAN
TAMU UNDANGAN : Suasana penanaman bibit secara serentak di lahan The Best of Lombok, Minggu (17/11) kemarin dihadiri para tamu undangan dan para investor.

Direktur of Finance ALIF Property & Land Syarif Hidayat mengatakan, ini adalah sebuah bentuk kontribusi perusahaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dimana masyarakat membutuhkan aset yang aman, clear dan clean dari sisi legalitas, sekaligus produktif yang berkelanjutan.

Skema yang dilakukan pihaknya, dipastikan Syarif sesuai konsep muamalah syariah dan ketentuan hukum positif yang berlaku. Penanaman perdana hari ini merupakan real project dan real progress sebagai komitmen Alif Property & Land dalam menunaikan amanah di setiap kawasan yang dikembangkan.

“Itulah upaya kami sebagai perusahaan yang berbasis syariah untuk senantiasa mengutamakan keamanan bagi para pemilik,” tandasnya.

Syarif juga menjamin pilihan para investor memiliki kebun di TBL tidak salah. Ada dua keuntungan memiliki lahan kebun di TBL. Yaitu ada nilai keuntungan dari lahan itu sendiri yang setiap tahun semakin meningkat karena kawasan TBL berdampingan dengan rencana mega project Global Hub Kayangan. Dan kedua, di atas lahan akan ditanam pohon-pohon produktif. Disamping itu terdapat juga budidaya lebah Trigona dan tiram mutiara jenis Pinctada Maxima yang tentunya memberikan nilai ekonomi luar biasa.

“Adapun pengelolaan pohon-pohon produktif yang ditanam di lahan kebun tersebut, dilakukan dengan menggunakan teknis yang memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan pola penanaman secara organik serta penggunaan sistem irigasi tetes yang sangat irit akan penggunaan air,” ujar Ahmad Fauzi selaku ahli pertanian lulusan IPB.

Sementara Kadispar Lombok Utara Vidi Ekakusuma mengatakan, kawasan TBL menawarkan suasana yang sangat menyejukkan. Serta pemandangan yang indah.

“Dan saya akan rutin datang ke kawasan TBL ini,” ucapnya.

Vidi melihat TBL merupakan kawasan yang sangat luar biasa untuk dikembangkan sebagai daerah wisata. “Kita tahu, KLU merupakan daerah tujuan wisata yang lengkap. Ada Gunung Rinjani yang lokasinya dekat dengan TBL, coastal line (garis) pantai 72 kilometer, dan gili-gili,” bebernya.

Lombok Utara juga memiliki kebudayaan yang sangat menunjang untuk daerah wisata. Di Bayan, ada situs kuno yakni Masjid Bayan yang diyakini menjadi magnet daya tarik kunjungan wisata.

“Kedepan diharapkan investasi ini bisa menjadi trigger bagi pertumbuhan ekonomi di KLU,” pungkasnya.(ida/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks