alexametrics
Selasa, 9 Agustus 2022
Selasa, 9 Agustus 2022

NTB Surplus Sapi, Saatnya Lirik Industri Pengolahan

MATARAM-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB mendorong produktivitas industri pengolahan daging sapi dalam daerah. Hal ini diperlukan guna memberi nilai tambah sekaligus menekan biaya produksi.

Jika berhasil, upaya ini bisa juga membuka lapangan kerja baru. Termasuk menambah akselerasi perputaran ekonomi. ”Peternakan juga menjadi salah satu sektor industrialisasi yang digagas gubernur dan pemda,” kata Kepala Dinas Peternakan NTB Budi Septiani, di ruang kerjanya,  (20/1).

Fokusnya pada aspek pemeliharaan dan pengolahan. Diharapkan, nantinya NTB tak hanya mengirim sapi hidup ke luar daerah. Melainkan juga berupa daging berikut jenis olahannya. Sebagai daerah swasembada sapi, populasi komoditas tersebut mencapai 1,2 juta ekor. Kebutuhan tahun ini pun dipastikan sama seperti tahun lalu, hanya sebanyak 72 ribu ekor. NTB mampu memasok kebutuhan sapi lokal ke Jabodetabek hingga 12.500 ekor sapi setahun sekali, pada momen Idul Adha.

Baca Juga :  Sapi NTB Mulai Divaksin PMK, Kantong-Kantong Hewan Kurban Jadi Prioritas

”Sapi di Jabodetabek kan kebanyakan impor. Jadi kelangkaan di sana pun tak akan berimbas ke sini karena yang kita punya sapi lokal,” ujarnya.

Diakuinya ide ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab nilai investasi yang dibutuhkan cukup besar. Minimal Rp 100 miliar untuk membuka industri rumah pemotongan hewan (RPH). Kendala lainnya juga terdapat di pemasaran. Branding terus-menerus juga diperlukan, untuk menjadikan daging lokal berkualitas premium. Sehingga bisa bersaing di tingkat nasional.

”Menapaki tahap awal, branding kita baru dilakukan saat launching di Kuta lalu,” imbuhnya.

Selain melalui olahan daging sapi yang terus digenjot, program 1.000 desa sapi juga menjadi bukti bahwa NTB siap menjadi daerah industrialisasi. Hal itu diutarakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Ridwan Syah.

Baca Juga :  608 Ekor Sapi Terinfeksi PMK, Ini Langkah Dispertan Loteng

Ia menilai industrialisasi harus bersifat integratif dan memiliki output nilai tambah bagi kelompok tani ternak dan masyarakat secara luas. ”Dengan adanya program ini, kedepan NTB diharapkan dapat berperan dan berkontribusi sebagai penyuplai daging sapi nasional berikut olahannya,” katanya. (eka/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/