alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Masih Sepi, Senggigi Coba Berbenah

MATARAM-Pascagempa, pariwisata NTB, termasuk Senggigi, Lombok Barat terus meredup. Hal itu terlihat dari sepinya, tingkat kunjungan wisatawan domestik maupun wisman di sejumlah hotel maupun pusat hiburan. ”Setelah Magrib, Senggigi sudah sepi, mobil-mobil yang lewat bahkan bisa dihitung dengan jari,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi Suhermanto pada Lombok Post, kemarin (20/2).

Tingkat kunjungan tertahan diangka 20 hingga 30 persen. Itu diperparah kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar. ”Tentu berpengaruh sekali,” jelas dia.

Karenanya APH Senggigi berupaya menggelar sejumlah event. Tujuannya, untuk mengembalikan tingkat kunjungan wisatawan dan meramaikan Senggigi.

”Untuk mengembalikan kondisi Senggigi seperti sebelumnya, kami melibatkan beberapa pihak. Ada agent travel, PHRI, agent transportasi, Pemda Lobar, dan pihak-pihak terkait,” tuturnya.

Dengan adanya beberapa event, seperti sport dan budaya daerah, Suhermanto optimis jika kunjungan wisatawan di Senggigi bisa kembali pulih. ”Kami optimis, maka dari itu, semua pihak kami libatkan untuk mengembalikan Senggigi seperti sebelumnya,” ujarnya.

Rencananya, Maret mendatang, ada lomba tenis meja skala nasional. Tak hanya itu, para pengusaha hiburan ini akan menghadirkan beberapa lomba kano dan festival budaya, seperti presean. ”Ada beberapa event yang akan kami gelar, dan ada beberapa lomba yang juga diadakan dalam rangka menyambut HUT Lobar (April,Red),” katanya.

Selain pengusaha hiburan, beberapa hotel dan resort telah lebih dulu menggelar sejumlah event dan promo untuk menarik para wisatawan. Salah satunya, dengan promo kuliner, promo kamar, promo swimming pool, dan masih banyak lagi.

Recovery saat ini memang berat, apalagi ditambah dengan mahalnya harga tiket pesawat hingga bagasi berbayar,” kata General Manager (GM) Kila Senggigi Beach Lombok Erik Tumbelaka pada Lombok Post.

Pihaknya berharap ada bantuan dari pemerintah daerah, untuk meyakinkan pemerintah pusat. Harapannya mereka bisa mengadakan event-event nasional di Lombok. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks