alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Dibangun Mahal, Pasar Buah Karang Bayan Mubazir

GIRI MENANG-Keberadaan sejumlah proyek pasar yang ada di Lombok Barat (Lobar) terkesan mubazir. Lantaran, proyek pasar senilai miliaran ini justru tak ditempati masyarakat.

“Karena pasar yang dibangun itu tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Padahal nilainya miliaran, ini sangat kami sayangkan,” ujar anggota DPRD Lobar Dapil Gunungsari Narmada Lingsar Usman, kemarin (19/2).

Politisi PKS ini mencontohkan pasar yang belum juga ditempati saat ini misalnya seperti Pasar Buah Karang Bayan dan Pasar Lingsar. Bangunan tersebut tak ditempati warga karena desainnya tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Diduga akibat perencanaannya tidak pernah melibatkan masyarakat yang akan menggunakannya.

“Pemda Jangan Asal bangun. Jangan salahkan masyarakat jika kemudian berpikir pemerintah hanya mengejar orientasi proyek. Karena indikasi itu sangat kuat,” sesalnya.

Bangunan pasar buah yang dibangun di perbatasan Desa Karang Bayan dan Desa Batu Mekar lebih cocok jadi pasar ikan. Jika melihat pasar buah di Cakranegara menurutnya harusnya bisa lebih simpel. Tidak seperti saat ini bangunannya yang megah namun manfaatnya justru minim karena tidak ditempati.

“Pasar depan Pura Lingsar itu justru juga tidak dipakai sampai sekarang padahal nilainya miliaran. Bayangkan uang rakyat yang banyak seperti itu dibiarkan mubazir,” ungkapnya.

Ia mebeberkan ada tiga proyek besar yang ada di Lingsar. Proyek tersebut adalah pasar buah di Karang Bayan, pasar depan Pura Lingsar dan UPT di Langko. “Ini baru di satu kecamatan. Kita belum berbicara kecamatan lain,” sambungnya.

Sehingga ia berharap ke depan pemerintah daerah dalam membangun proyek apapun harus berpikir asas manfaatnya. Jangan sampai hanya mengejar proyek tapi tidak memberi manfaat apapun kepada masyarakat.

Anti, salah seorang pedagang durian yang ada di dekat bangunan pasar buah Karang Bayan mengaku ogah berjualan di pasar tersebut. Ia lebih memilih tempat yang lama di pasar Jontlak Dusun Karang Temu, Desa Batu Mekar meski hanya sekadar berjualan di emperan.

“Desain pasarnya nggak cocok untuk jual durian. Terlalu tinggi dan licin karena pakai keramik. Kalau durian jatuh berbahaya buat orang yang mau beli,” ungkap dia.

Namun informasi yang ia dapatkan, rencananya pasar itu akan ditempati oleh pedagang yang berasal dari Pasar Ndut. “Katanya sih mau dipindah yang di atas (Pasar Ndut) ke sini. Kalau kami yang jual durian lebih memilih tetap di Pasar Jontlak ini,” ungkapnya.

Sementara Sekda Lobar mengatakan pembangunan pasar yang belum ditempati saat ini berasal dari berbagai sumber. Mulai dari dana TP, APBD, dan DAK. “Sekarang tergantung strategi OPD untuk memberdayakannya. Butuh sinkronisiasi dan sinergi semua pihak terkait. Yang penting kita punya dulu, nanti kita berdayakan,” ujar Sekda Baehaqi. (ton/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks