alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Februari, Inflasi NTB Diprediksi Menurun

MATARAM-Bank Indonesia (BI) NTB memperkirakan inflasi NTB Februari akan mengalami penurunan. Hal ini terjadi karena beberapa faktor, seperti cuaca, tiket pesawat, dan faktor rekonstruksi. ”Akan didominasi oleh lima komoditas pangan,” prediksi Kepala BI Perwakilan NTB Achris Sarwani, kemarin (21/2).

Komoditas pangan yang diprediksi akan menyebabkan penurunan inflasi di bulan ini terdiri dari beras, daging ayam, telur ayam, daging sapi, dan cabai. ”Selain itu ada juga bawang, tomat, dan ikan bisa menyebabkan penurunan inflasi,” tuturnya.

Komoditas tersebut akan kembali menjadi faktor pendongkrak inflasi jika mendekati hari besar. Misalnya, maulid, Idul Fitri, tahun baru, dan libur akhir tahun. ”Dari sisi penyumbang inflasi, ada dua komoditas yang tidak bisa kita produksi di dalam daerah. Daging ayam dan telur ayam,” ujar dia.

Karenanya BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) NTB berharap ada keikutsertaan BUMD. Polanya terlibat dalam hal mencukupi komoditas-komoditas tersebut. ”Akan sangat bagus, jika BUMD di NTB bisa menyeimbangkan komoditas-komoditas itu,” tuturnya.

Kepala Biro Perekonomian Setda NTB H Wirajaya Kusumas sepakat. Dia menilai, BUMD yang ada di NTB bisa dioptimalkan. ”BUMD bisa mengubah bisnisnya kearah pangan, jika surplus mereka bisa saja membeli komoditas pertanian dari petani. Bahkan kalau bisa, BUMD bisa menjualnya ke dalam daerah,” kata Wira, kemarin.

Dia juga mendorong BUMD bisa mengoptimalkan keberadaan RPH Banyumulek. Salah satunya, dengan memanfaatkan lokasi tersebut sebagai tempat pemotongan hewan. ”termasuk untuk usaha daging beku. Saya kira daging beku ini punya prospek yang bagus,” ujar dia.

Di tempat terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mengatakan butuh sinegritas antara BI, seluruh OPD, kepolisian, hingga instansi vertikal lainnya. ”Pengendalian inflasi bukan untuk menciptakan harga serendah-rendahnya, tetapi menciptakan harga yang stabil. Sehingga menjadi insentif bagi produsen dan konsumen,” kata dia, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB Hj Putu Selly Andayani menilai, NTB butuh controlled atmosphere storage (CAS) dalam pengendalian inflasi. ”Seperti halnya, pengendalian pada komoditas bawang, hortikultura, dan daging,” tukasnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks