alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Kisah Ayam Panggang Yurina Farm Kopang, Diolah Para Janda, Dapat Bertahan Hingga Enam Bulan

Industri kecil dan menengah (IKM) yang satu ini bergerak di bidang kuliner. Namanya Yurina Farm dan Lesehan. Mereka memberdayakan para janda.

 

Dedi Shopan Shopian, Lombok Tengah

 

Berada di Jalan Kebon Gusti Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang Lombok Tengah, Yurina Farm dan Lesehan ini selalu ramai dikunjungi. Namanya sudah mulai dikenal  di kalangan wisatawan.

Selain menu makananya yang khas. Yurina Farm dan Lesehan ini, memiliki keistimewaan tersendiri. Mereka mempekerjakan para janda. Baik janda yang ditinggal meninggal dunia suaminya, hingga janda yang ditinggal cerai suami dan memiliki tanggungan anak.

Setiap hari mereka bekerja dan mendapatkan gaji per bulan. Itu daripada mereka menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

“Atau daripada menganggur di rumah,” cerita Lalu Ali Karnaen, pemilik Yurina Farm dan Lesehan.

Jumlahnya ada tujuh orang. Namun, setelah covid-19 melanda, mereka bekerja sesuai panggilan saja. Kalau ada pesanan, mereka masuk.

Tugasnya, ada yang bagian memasak nasi, memotong ayam, menyiapkan bumbu, sayur-mayur, menyuguhkan ke pelanggan hingga bagian pengemasan.

Sebelum covid-19, Yurina Farm dan Lesehan setiap minggunya, mengirim pesan online dari berbagai daerah di Indonesia. Yang paling populer, ayam panggangnya. Konon bisa bertahan hingga enam bulan.

Daya tahan lama ini bukan karena pengawet makanan. Namun cara pengolahan alami tanpa menggunakan air . Proses pemanggangan menggunakan minyak khusus. Kemudian dibungkus secara khusus  sehingga bertahan lama.

Minyak yang dimaksud, bukan minyak sembarangan. Melainkan, minyak virgin coconut oil (VCO). Terbuat dari buah kelapa pilihan. Jadi selain mengenyangkan, ayam panggang tersebut memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Itu karena kandungan VCO yang mampu mengurangi risiko jantung, gula darah, kanker dan meningkatkan metabolisme.

Kemudian melancarkan persalinan, menurunkan berat badan dan masih banyak lagi. Per satu bungkus ayam panggang itu dijual Rp 60 ribu. Pesanan paling banyak dari Jakarta dan beberapa daerah di Pulau Jawa. Pilihannya ada ayam panggang original, ayam panggang pelecing, ayam panggang pedas, super pedas dan ayam panggang manis.

Ayam-ayam yang digunakan, merupakan ayam kampung pilihan. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara memasak dan apa saja bumbu nya?. Miq Ali -panggilan akrabnya- enggan membeberkannya. “Karena ini rahasia perusahaan,” ujarnya sembari tertawa.

Intinya, pesan dia kalau mau bertahan lama ayam-ayam panggang tersebut, maka sebaiknya disimpan di freezer. “Tapi sejak Covid-19, pengiriman kami stop,” papar Miq Ali.

Kendati demikian, pihaknya merasa bersyukur karena ayam panggangnya itu sudah diperkenalkan di Mandalika Grand Prix Association (MGPA), anak perusahaan dari Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Harapannya, bisa masuk sebagai salah satu kuliner khas daerah di perhelatan MotoGP. (r5/*)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

VIDEO : Pelajar di Lobar Diduga Sebar Foto Bugil Mantan Pacar

Kasus yang menimpa  pelajar SMP berinisial LD, perempuan 16 tahun asal Narmada Lobar boleh jadi cerminan lemahnya pengawasan orang tua terhadap penggunaan ponsel pintar....
Enable Notifications.    Ok No thanks