alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

MATARAM–Omzet pedagang pasar tradisional merosot hingga 40 persen sejak Covid-19 melanda. Fathurrahman, kepala Dinas Perdagangan NTB mengungkapkan, penurunan omzet tersebut terutama dirasakan di tiga pasar besar di Mataram. Yakni Kebon Roek, Pagesangan dan Mandalika.

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Meski demikian, harga sejumlah barang relatif normal. Hal itu, kata dia, karena NTB penghasil komoditas tertentu, seperti cabai dan tomat. Sehingga persediaan mencukupi dan tidak perlu mendatangkannya dari luar. ”Karenanya penurunan omzet tak berpengaruh signifikan terhadap fluktuasi harga,” ujarnya.

Menurutnya, pasar tradisional  berperan penting untuk perekonomian daerah. Sehingga harus tetap dibuka saat pandemi. Asalkan penerapan protokol kesehatan dilakukan secara tertib dan disiplin. Pihaknya juga rutin melakukan razia, sidak, hingga rapid tes. Memastikan pedagang teredukasi untuk selalu menaati peraturan. ”Alhamdulillah sejauh ini tidak terjadi klaster baru dari pasar tradisonal,” imbuhnya.

Siti Zahra, pedagang ikan nila di Pasar Kebon Roek juga mengeluhkan daya beli masyarakat yang terus berkurang. Padahal, pasokan barang tetap normal. Kurangnya permintaan dari sejumlah hotel dan restoran juga mempengaruhi pendapatannya. Ia pun memilih menyesuaikan jumlah barang yang dijual.”Ikannya biasa diborong  hotel Senggigi, Gili, dan yang sejalur. Kalau sekarang hanya andalkan ibu rumah tangga tapi jumlah belinya beda jauh,” katanya.

Dulu, wanita asal Lingsar ini biasa menjual 100 kilogram ikan nila dalam sehari. Kini hanya sedia 40-50 kilogram saja. Harga yang dipatok Rp 30.000 per kilogam. ”Itupun kadang habis kadang ndak,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini rata dialami seluruh pedagang di Pasar Kebon Roek. Ekonomi pun dirasa makin sulit setelah suaminya di-PHK dari tempat kerjanya. ”Sekarang dia menganggur. Sekarang hanya andalkan jualan pasar saja,” katanya.

Mencegah penurunan omzet semakin dalam, Dinas Perdagangan mengimbau para pedagang mencoba peruntungan bertransaksi online dengan sistem kurir. Pasar Bertais, dianggap menjadi percontohan penerapannya. Di sini, banyak pedagang yang sudah bekerjasama dengan pihak pemilik aplikasi jual beli kebutuhan pasar. ”Perlahan mereka sudah mulai beradaptasi,” kata Fathurrahman.

Tak hanya pasar tradisional, Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga berupaya menggairahkan ekonomi dengan membangkitkan UMKM. Memberikan akses pasar dengan kerjasama di sejumlah pasar online. Termasuk melalui NTB Mall dengan konsep online dan display secara offline. Ada pula Lades (Lapak Desa). Salah satu fungsinya, memasarkan hasil potensi masing-masing desa untuk saling memenuhi kebutuhan satu sama lainnya. ”Mereka sebelumnya akan diberi pelatihan. Semoga makin banyak IKM dan UKM lokal yang bergeser ke digital marketing,” tutupnya. (eka/r9)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks