alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

Pengusaha Usulkan Hotel Kawasan Wisata Jadi Lokasi Karantina

MATARAM-Ketua Senggigi Hotel Associaton (SHA) I Ketut Murta Jaya mengusulkan agar karantina wisatawan dapat dilakukan di hotel tujuan berlibur.

Menyusul adanya aturan karantina selama lima hari yang masih terasa memberatkan bagi wisatawan maupun pelaku bisnis sektor pariwisata, termasuk perhotelan. Harga akan bergantung pada kesiapan masing-masing hotel. Menurutnya,harga yang ditetapkan akan lebih murah. Di sisi lain, upaya ini juga akan menambah pemasukan usaha.

”Jadi bisa sedikitnya mengurangi pengeluaran wisatawan,” katanya.

Polanya, masing-masing hotel menyediakan dua sisi lokasi kamar. Satu sisi sebagai lokasi karantina wisatawan. Sementara sisi yang lain bisa disiapkan untuk penginapan bagi tamu secara umum. Seluruh fasilitas dan pelayanan bisa dilakukan para karyawan hotel, maupun didampingi para pertuga kesehatan untuk memastikan kondisi wisman. Sebelumnya, hotel penyedia juga harus sudah mengantongi sertifikasi CHSE. Pola ini memberikan efisiensi pada waktu berlibur wisatawan. Suasana karantina pun menjadi lebih segar, mengikuti fasilitas pemandangan yang disuguhkan masing-masing hotel.

”Baru datang, mereka bisa langsung ke lokasi tujuan dan karantina di sana. Tak perlu transit dulu. Apalagi kalau lokasi tujuannya di Sembalun, Gili, atau Sekotong dan lainnya,” papar dia.

Ketua Kehormatan dan Penasehat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB I Gusti Lanang Patra mengatakan, usulan ini baik. Hal ini juga menjadi suguhan baru bagi wisman. Mereka bisa memilih sendiri hotel nyaman yang sesuai keinginan mereka selama karantina. Namun masih harus bergantung pada kebijakan pemerintah serta kemauan dari masing-masing hotel itu sendiri. Boleh jadi, tak semua hotel bersedia menjadikan kamarnya sebagai lokasi karantina wisatawan.

”Kalau mereka serentak bersedia, bisa saja. Tapi tunggu kebijakan pemerintah dulu,” katanya.

Tren bisnis perhotelan sendiri saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Kenaikan okupansi diperkirakan mencapai 20-30 persen dari bulan sebelumnya. “Kelonggaran PPKM ini memperbaiki kondisi kita,” imbuhnya. (eka/r9) 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks