alexametrics
Rabu, 8 Desember 2021
Rabu, 8 Desember 2021

PPh Diringankan, tapi PPN Malah Naik

MATARAM-Mulai tahun depan, pemerintah memberlakukan aturan penghasilan tidak kena pajak bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK). Aturan ini sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Dengannya  wajib pajak orang pribadi yang dalam satu tahun penuh omzetnya masih dibawah Rp 500 juta, sama sekali tidak dikenai PPh final. Dari sebelumnya 0,5 persen menjadi 0 persen. ”Aturan ini menjadi kabar baik bagi dunia usaha khususnya pelaku UMK,” kata Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB Bidang UMKM Anas Amrullah,  (21/10).

UMK dengan penghasilan kurang dari Rp 500 juta per tahun di NTB sendiri jumlahnya tak sedikit. Hampir 70-80 persen keberadaannya mendominasi. Artinya, banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan insentif ini.

Namun pihaknya menyoroti kebijakan ini juga dibuat bersamaan dengan aturan kenaikan PPN menjadi 11 persen mulai April tahun depan. Ia menilai, pemerintah seakan membuat kebijakan yang seimbang antara pemasukan dengan uang yang dikeluarkan negara. ”Ini bagus tapi tak bagus, seakan ini kebijakan yang balance,” katanya.

Hal senada diutarakan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) NTB Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi. Kebijakan pajak nol persen menjadi angin segar bagi iklim bisnis kecil binaannya. Apalagi selama ini dengan kewajiban wajib pajak 0,5 persen saja pihaknya sudah cukup kesulitan bertahan di masa pandemi. Terpenting adalah bagaimana penerimaan insentif  dapat tepat sasaran dan seperti apa pelaksanaan teknis di lapangan. Sosialisasi lebih besar menjangkau pelaku usaha pun dibutuhkan.

”Karena sekarang kalau ada insentif pemerintahan banyak yang mengaku-ngaku sebagai UMK, ini perlu pengawasan ketat pengaplikasiannya,” tegasnya.

Pihaknya menilai, bantuan yang digelontorkan pemerintah bagi UKM tak sedikit. Diharapkan bantuan tunai seperti BPUM bisa kembali berlanjut tahun depan. Sebab diyakini ampuh meningkatkan kembali daya beli masyarakat, juga sebagai suntikan modal kembali menjalankan usaha. Iklim ini yang harusnya dipertahankan. Kenaikan PPN justru menghambat iklim baik ini.

”Apa pun bantuan baik keringanan pajak maupun tunai akan sangat membantu UMKM,” ujarnya. (eka/r9)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks