alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Pasar Kuliner Lokal Punya Peluang

MATARAM-Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus mendukung berkembangnya ekosistem sub sektor kuliner di Indonesia. Salah satunya melalui kreatifood yang  mempertemukan pelaku rintisan kuliner dengan konsumen.

Dengannya juga dipertemukan pelaku pemasaran reseller, distributor, maupun investor. ”Kreatifood 2019 ini akan memfasilitasi 200 pelaku usaha, rintisan kuliner,” kata Plt Direktur Pengemnangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf Fahmy Akmal, kemarin (22/3).

Program ini juga membuka peluang pasar kuliner untuk non FSI. ”Kami harap pelaku usaha kuliner di NTB bisa ikut terlibat, dalam Kreatifood. Kalau bisa semua pelaku usaha harus ikut,” imbuhnya.

Kreatifood 2019 akan diselenggarakan 5-7 Juli mendatang. Pelaku usaha yang terpilih secara otomatis akan terkoneksi dengan jaringan ekosistem FSI Indonesia. Mereka nantinya berkesempatan untuk melakukan promosi dan transaksi dengan para pengunjung.

Pelaku pemasaran yang mendaftar akan mendapatkan kesempatan yang serupa. Khususnya bagi mereka yang melakukan transaksi antara Rp 50-100 juta.

”Mereka bisa mendapatkan skema insentif diskon 10 persen, berupa produk selama pameran,” ujar dia.

Kreatifood ini diharapkan bisa menjadi wadah showcase produk-produk foodstartup di Indonesia. Produk-produk yang terpilih dipastikan produk berkualitas tinggi. Baik dari segi rasa yang disukai masyarakat banyak, packaging yang menarik, proses pembuatan yang higienis, hingga standar operasi yang baku.

”Kami harap pelaku pasar kuliner lokal di NTB, untuk pendaftaran bisa buka website www.kreatifood.id,” jelasnya.

Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat Deputi Akses Permodalan Bekraf Hanifa Makarim berharap pelaku bisnis kuliner di NTB bisa ikut terlibat. Sehingga produk-produk unggulan khas NTB bisa bersaing di skala nasional maupun internasional.

”Banyak produk Indonesia bisa kita ekspor, tentunya dengan kualitas yang terbaik,” katanya.

Melalui Kreatifood periode sebelumnya, tercatat ada 240 pelaku usaha kuliner terbaik di Indonesia. Dan 20 diantaranya kini berhasil go internasional. ”Salah satunya produk beras dari Banyuwangi yang berhasil di ekspor ke Italia,” ujarnya.

”Kami harap Kreatifood ini bisa membantu para pelaku usaha kuliner di NTB untuk berkembang,” tandasnya. (tea/r4)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks